-->
  • Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Pelantikan APPSI Kudus Jadi Penanda Kebangkitan Organisasi Pedagang Pasar Jateng Target Tuntaskan 35 DPD Akhir Juli

    Noer
    7/09/26, 15:22 WIB Last Updated 2026-07-09T08:22:56Z

     

    Kasrum, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Kudus resmi dilantik. (Foto: Noer*) 

    KUDUS, liputankudus.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Kudus resmi dilantik sebagai bagian dari percepatan konsolidasi organisasi pedagang pasar tradisional di Jawa Tengah. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari target Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APPSI Jawa Tengah untuk menuntaskan pembentukan dan pelantikan kepengurusan di 35 kabupaten/kota hingga akhir Juli 2026.

     

    Ketua DPD APPSI Kabupaten Kudus, Kasrum, menegaskan kepengurusan yang baru akan langsung menyusun program kerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang dengan berpedoman pada arahan DPW maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APPSI.

     

    "Setelah pelantikan ini kami akan berembuk menyusun program kerja bersama seluruh pengurus. Kami akan terus meminta arahan dari DPW maupun DPP agar seluruh program berjalan searah dengan organisasi," ujarnya.

     

    Kasrum mengatakan kepengurusan APPSI Kudus beranggotakan sekitar 20 orang yang mewakili berbagai unsur pedagang pasar. Ia berharap organisasi mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh paguyuban pedagang di pasar-pasar tradisional Kabupaten Kudus.

     

    Koordinator Wilayah APPSI Jawa Tengah sekaligus Wakil Ketua I DPW APPSI Jawa Tengah, Tri Sumargiani, mengatakan pelantikan DPD Kudus menjadi bagian dari momentum kebangkitan APPSI di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP APPSI Sudaryono, yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.

     

    Menurutnya, hingga saat ini puluhan DPD kabupaten/kota di Jawa Tengah telah terbentuk dan dilantik, sementara sisanya ditargetkan selesai sebelum akhir Juli sehingga kepengurusan APPSI di seluruh Jawa Tengah dapat bergerak secara serentak.

     

    "Pengurus yang baru harus langsung 'on fire'. Jangan hanya selesai dilantik, tetapi segera menggerakkan komisariat di pasar-pasar dengan kegiatan yang rutin dan memberi manfaat nyata bagi pedagang," katanya.

     

    Ia juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan harmonis dengan pemerintah daerah. Menurutnya, APPSI tidak dapat berjalan sendiri tanpa sinergi bersama pemerintah sebagai mitra dalam memperkuat keberadaan pasar rakyat.

     

    "Perbedaan adalah rahmat. Yang paling penting bagaimana pedagang pasar dan pemerintah dapat berjalan bersama untuk memajukan pasar tradisional," ujarnya.

     

    Sementara itu, ketua DPW APPSI Jawa Tengah, H. Suwanto, menjelaskan APPSI lahir sekitar 22 tahun lalu dari Forum Komunikasi Pedagang Pasar yang menghimpun aspirasi pedagang tradisional di berbagai daerah.

     

    Pada masa awal berdirinya, salah satu perjuangan utama organisasi adalah mendorong pemerintah mengatur pertumbuhan supermarket dan pusat perbelanjaan modern, termasuk mengenai jumlah maupun jarak pendiriannya agar tidak mematikan pasar tradisional.

     

    APPSI Jawa Tengah Targetkan pada Juli 2026 35 DPW di Kabupaten/Kota terbentuk kepengurusan baru

    Seiring perjalanan organisasi, APPSI terus memperluas kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat posisi pedagang pasar sekaligus meningkatkan daya saing usaha mikro.

     

    Di Jawa Tengah, salah satu program prioritas yang tengah dijalankan adalah kerja sama dengan Bulog dalam penguatan distribusi pangan, kemudian fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal bagi pelaku usaha mikro di lingkungan pasar tradisional.

     

    Program sertifikasi halal tersebut dinilai penting mengingat kewajiban sertifikasi bagi produk makanan dan minuman akan diberlakukan secara penuh setelah masa transisi berakhir. Selain memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, sertifikasi juga diharapkan meningkatkan kepercayaan konsumen dan mempermudah akses pedagang memperoleh pembiayaan usaha.

     

    "Kami masih menghadapi tantangan rendahnya kesadaran pedagang kecil. Banyak yang merasa produknya sudah pasti halal sehingga belum merasa perlu mengurus sertifikasi. Padahal, sertifikat halal dan NIB akan menjadi modal penting agar usaha mereka bisa berkembang," kata Suwanto.

     

    Selain itu, APPSI Jawa Tengah juga mendorong para pedagang pasar agar dapat mengambil peran dalam berbagai program pemerintah, termasuk menjadi pemasok kebutuhan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun program strategis lainnya.

     

    Di sisi lain, Tri Sumargiani mengatakan APPSI juga mulai membuka ruang pemberdayaan bagi perempuan pedagang pasar melalui program literasi keuangan, sehingga mereka memiliki kemampuan mengelola usaha dan memperluas akses terhadap permodalan.

     

    Sebagai organisasi yang telah berdiri lebih dari dua dekade, APPSI mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan nasional. Organisasi ini pernah dipimpin Prabowo Subianto selama dua periode, kemudian dilanjutkan Sandiaga Uno. Setelah Sandiaga mengundurkan diri pada 2018, kepemimpinan diteruskan Ferry Juliantono hingga akhirnya pada Musyawarah Nasional IV tahun 2021, Sudaryono terpilih sebagai Ketua Umum DPP APPSI dan memimpin organisasi hingga saat ini.

     

    Dengan selesainya pembentukan kepengurusan di seluruh kabupaten/kota, APPSI Jawa Tengah berharap organisasi pedagang pasar semakin solid dalam memperjuangkan kepentingan pedagang tradisional sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keberlangsungan pasar rakyat di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler