-->
  • Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Kebakaran Tiga Hektare Lahan Tebu di Gondoharum, Kapolsek Jekulo Imbau Petani Tingkatkan Kewaspadaan

    Noer
    7/06/26, 17:04 WIB Last Updated 2026-07-06T10:08:32Z


    Kudus – liputankudus.id --  Kebakaran melanda lahan tebu di Dukuh Tompe, Desa Gondoharum RT 05 RW 01, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Senin (6/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar tiga hektare atau 21 petak lahan tebu yang siap dipanen dengan kerugian ditaksir mencapai Rp120 juta.


    Berdasarkan data Polsek Jekulo, kobaran api pertama kali diketahui oleh dua warga, Bambang (29) dan Roni (34), yang saat itu berada di sekitar lokasi. Mengetahui adanya kebakaran, keduanya segera memberi tahu pemilik lahan dan bersama warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.


    Namun, cuaca panas yang disertai embusan angin cukup kencang membuat api dengan cepat menjalar ke areal tebu lainnya. Banyaknya daun tebu kering atau slamper yang menumpuk di lahan turut mempercepat penyebaran api sehingga upaya pemadaman secara manual tidak membuahkan hasil.


    Sekitar pukul 13.20 WIB, petugas pemadam kebakaran dari Satpol PP Kabupaten Kudus bersama BPBD Kabupaten Kudus tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB. Meski demikian, warga bersama pemilik lahan tetap bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru yang berpotensi merambat ke lahan di sekitarnya.


    Kapolsek Jekulo, AKP Danail Arifin, S.H., M.H., mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, luasnya area yang terbakar menyebabkan kerugian material cukup besar.


    "Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, lahan tebu yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare atau 21 petak, dengan estimasi kerugian kurang lebih Rp120 juta. Berkat kerja sama warga, pemilik lahan, serta petugas pemadam kebakaran dari Satpol PP dan BPBD Kabupaten Kudus, api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke areal tebu lainnya," ujar AKP Danail Arifin.


    Menurutnya, Kecamatan Jekulo merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Kudus yang memiliki hamparan lahan tebu cukup luas. Memasuki musim kemarau, kondisi tanaman yang mulai mengering, ditambah banyaknya daun tebu kering di sekitar batang, membuat lahan menjadi lebih rentan terhadap kebakaran.


    Karena itu, pihaknya mengimbau para petani, pemilik lahan, maupun masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar area perkebunan tebu.


    "Saat musim kemarau seperti sekarang, lahan tebu sangat mudah terbakar. Daun-daun tebu yang kering menjadi bahan bakar yang membuat api cepat membesar, apalagi jika disertai angin kencang. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah di sekitar lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, dan memastikan tidak ada sumber api yang dapat memicu kebakaran," tegasnya.


    AKP Danail Arifin juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat kepolisian, pemerintah desa, BPBD, maupun pemadam kebakaran apabila melihat munculnya titik api sekecil apa pun. Menurutnya, penanganan sejak dini menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.


    "Semakin cepat titik api diketahui dan ditangani, semakin besar peluang kebakaran dapat dikendalikan. Oleh karena itu, kami berharap seluruh elemen masyarakat ikut peduli dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, khususnya di kawasan perkebunan tebu yang saat ini sangat rawan terjadi kebakaran," katanya.


    Hingga proses pemadaman selesai, situasi di lokasi dinyatakan aman dan tidak ditemukan korban jiwa. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler