Kudus, liputankudus.id -- Seorang petani lanjut usia, Subardi (74), warga Dukuh Gebog Kulon RT 02 RW 02, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, ditemukan meninggal dunia di area persawahan Turut Dukuh Bogol, Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Senin (6/7/2026) pagi.
Korban pertama kali ditemukan oleh sesama petani, Sarju Sarjono (60), yang saat itu bekerja di lahan persawahan yang berdekatan.
Kapolsek Gebog AKP Siswanto mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya penemuan seorang petani yang diduga meninggal dunia sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, petugas piket SPKT bersama piket fungsi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
"Setibanya di lokasi, petugas menemukan korban dalam posisi tengkurap di tengah area persawahan. Selanjutnya dilakukan olah TKP bersama Tim Inafis Polres Kudus dan pemeriksaan oleh tenaga medis dari UPTD Puskesmas Gondosari," kata AKP Siswanto, Senin (6/7/2026).
Dari keterangan saksi, korban berangkat ke sawah sekitar pukul 05.30 WIB dengan mengendarai sepeda ontel untuk menggarap lahan tebu miliknya. Saat tiba di sawah, korban sempat menyapa saksi dan menanyakan kabarnya.
Namun, beberapa saat kemudian saksi tidak lagi melihat korban di lokasi tempatnya bekerja. Karena merasa curiga, saksi mencari keberadaan korban hingga akhirnya menemukan korban dalam posisi tengkurap di tengah persawahan. Saat diperiksa, korban sudah tidak bernyawa. Keterangan tersebut juga dibenarkan oleh pihak keluarga.
AKP Siswanto menjelaskan, hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dokter dari UPTD Puskesmas Gondosari bersama Tim Inafis Polres Kudus tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka mencurigakan pada tubuh korban.
"Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan luka yang mengarah pada tindak pidana. Berdasarkan keterangan dokter, korban juga diketahui rutin menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Gondosari," jelasnya.
Menurut Kapolsek, pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
"Pihak keluarga yang diwakili anak korban, Yulistianto, menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi," kata Kapolsek.


