-->
  • Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Lahan Tebu Siap Panen Seluas 1 Hektare di Gebog Kudus Terbakar Kerugian Ditaksir Rp12 Juta

    Any Firgiyanti
    7/08/26, 14:54 WIB Last Updated 2026-07-08T07:54:16Z




    KUDUS, liputankudus.id – Lagi, kebakaran melanda lahan tebu siap panen seluas sekitar satu hektare di wilayah Desa Besito dan Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Rabu (8/7/2026). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp12 juta.


    Peristiwa kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Informasi kemudian diterima petugas pemadam kebakaran pada pukul 11.19 WIB. Tim Damkar Satpol PP Kudus bergerak menuju lokasi dua menit kemudian dan tiba sekitar pukul 11.32 WIB. Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 13.00 WIB setelah dilakukan penanganan oleh tim gabungan.


    Lahan yang terbakar merupakan lahan tebu siap panen milik dua warga, yakni Ngatmono, warga Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, serta Suyuti, warga Dukuh Tulis, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog. Total luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.


    Kepala Pelaksana BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko melalui Kepala Seksi Kedaruratan Ahmad Munaji mengatakan, petugas menerima laporan setelah warga berupaya memadamkan api secara mandiri.



    "Awalnya sekitar pukul 10.30 WIB saksi melihat kobaran api di dekat lahan tebu yang sedang digarap. Bersama pekerja lainnya mereka berusaha memadamkan api dengan cara seadanya, tetapi karena tidak ada sumber air di lokasi, kondisi lahan kering, dan angin cukup kencang, api dengan cepat merambat hingga membakar lahan tebu siap panen," ujar Ahmad Munaji.


    Menurutnya, saat petugas tiba di lokasi, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Selain melakukan penyemprotan langsung ke titik api, armada juga disiagakan untuk mengantisipasi agar kobaran api tidak merembet ke permukiman warga di sekitar lokasi.


    "Petugas menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses menuju lokasi yang sulit dijangkau kendaraan, kondisi lahan yang kering sehingga mudah terbakar, angin kencang, hingga tanaman tebu yang rapat. Karena itu kami juga menyiagakan armada untuk mencegah api merambat ke kawasan permukiman," katanya.


    Munaji menambahkan, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara api berasal dari sisa pembakaran klaras atau limbah panen tebu yang ditinggalkan oleh orang tidak dikenal, kemudian merambat ke lahan tebu yang siap dipanen.


    Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp12 juta. Nilai tersebut merupakan perkiraan sekitar setengah dari hasil penjualan tebu siap panen pada dua bidang lahan yang terbakar.


    Dalam penanganan kejadian ini, tim gabungan yang diterjunkan terdiri atas Damkar Satpol PP Kudus, BPBD Kudus, Damkar PT Sukun, Satgas BPBD, GRI Kudus, Destana, relawan, serta warga setempat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    KRIMINAL

    +