KUDUS, liputankudus.id – Untuk kesekian kalinya dalam dua bulan terakkhir terjadi kebakaran lahan tebu. Kali ini, kebakaran melanda lahan tebu siap panen seluas sekitar satu hektare di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (7/7/2026). Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah yang tidak terkendali berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran dibantu sejumlah unsur melakukan penanganan selama sekitar dua jam.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 10.45 WIB di lahan tebu yang berada di tepi jalan penghubung Margorejo-Lau, tepatnya di sebelah utara Balai Desa Margorejo. Informasi mengenai kebakaran diterima petugas pada pukul 11.07 WIB, kemudian tim pemadam berangkat tiga menit berselang dan tiba di lokasi pukul 11.25 WIB dengan waktu respons 18 menit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kobaran api pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melintas di sekitar lokasi. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Balai Desa Margorejo. Aparat desa bersama warga dan kepolisian sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual. Namun, api terus membesar akibat kondisi lahan yang kering sehingga diperlukan bantuan dari Pemadam Kebakaran Satpol PP Kudus dan BPBD Kudus.
Proses pemadaman melibatkan dua unit armada Damkar Satpol PP Kudus, dua unit BPBD Kudus, personel TNI-Polri, perangkat desa, relawan, serta masyarakat setempat. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.30 WIB.
Komandan Regu 03 Damkar Satpol PP Kudus, Dedik Wijayanto, mengatakan medan yang cukup sulit menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
"Kondisi lahan yang kering, angin yang cukup kencang, serta akses menuju lokasi yang sempit menjadi kendala selama proses pemadaman. Berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke permukiman warga maupun lahan lainnya," ujar Dedik Wijayanto.
Lahan yang terbakar merupakan kebun tebu siap panen milik Remain, warga Dukuh Puyoh, Desa Samirejo, Kecamatan Dawe. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai satu hektare dengan estimasi kerugian sekitar Rp8 juta atau sekitar setengah dari nilai jual hasil panen tebu.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada api yang berasal dari sisa pembakaran sampah oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.




