![]() |
Bangunan baru Puskesmas Jekulo nantinya memiliki sekitar
48 ruangan dengan luas sekitar 37 x 48 meter persegi. Dengan fasilitas yang
lebih representatif, puskesmas tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan
kesehatan yang lebih nyaman, cepat, dan menyeluruh bagi masyarakat. (Foto: Noer*)
KUDUS, liputankudus.id – Revitalisasi Puskesmas Jekulo,
Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus dikebut. Memasuki pekan keenam pelaksanaan,
progres pembangunan telah mencapai sekitar 30 persen atau melampaui target yang
direncanakan sehingga mencatat deviasi positif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam
mengatakan proyek yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Kudus sebesar Rp5,7
miliar itu mulai dikerjakan pada 5 Juni 2026 dengan masa pelaksanaan selama 150
hari kalender.
"Kalau cuaca mendukung, kami optimistis pembangunan
bisa selesai sesuai jadwal pada akhir Oktober 2026," katanya di Kudus,
Senin (13/7/2026).
Menurut Hakam, revitalisasi tersebut tidak hanya
bertujuan memperbarui bangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kapasitas pelayanan
kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah timur Kabupaten Kudus.
Peningkatan layanan itu diarahkan agar Puskesmas Jekulo
mampu berkembang menjadi "Puskesmas Plus". Salah satu inovasi yang
disiapkan ialah menghadirkan layanan dokter spesialis pada sore hari sehingga
masyarakat memiliki alternatif memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus
selalu menuju rumah sakit.
Keberadaan rumah sakit swasta di kawasan Jekulo, kata
dia, justru perlu diimbangi dengan penguatan pelayanan kesehatan dasar di
puskesmas. Dengan demikian, pelayanan dapat berlangsung secara berkesinambungan
mulai dari penanganan awal, kontrol pascaperawatan, hingga rehabilitasi pasien.
"Setelah pasien selesai menjalani rawat inap di
rumah sakit, kontrol tidak harus kembali ke rumah sakit, tetapi bisa dilakukan
di puskesmas. Harapannya unsur rehabilitasi juga dapat berjalan di Puskesmas
Jekulo," ujarnya.
Selain pelayanan kuratif, Puskesmas Jekulo juga akan
memperkuat layanan promotif dan preventif melalui Unit Gawat Darurat (UGD),
poliklinik umum, poliklinik gigi, pelayanan program kesehatan masyarakat, serta
kegiatan monitoring dan evaluasi.
Revitalisasi tersebut juga diharapkan mendukung berbagai
program prioritas pemerintah, di antaranya percepatan eliminasi HIV dan
tuberkulosis (TBC), penanganan stunting, serta peningkatan derajat kesehatan
masyarakat di wilayah timur Kabupaten Kudus.
Sementara itu, Pembantu Pelaksana CV Simpatik Karya
Mandiri Putut Widiantoro mengatakan capaian pembangunan yang telah menyentuh 30
persen menunjukkan pekerjaan berjalan lebih cepat dibanding target yang telah
ditetapkan.
Saat ini, kata dia, pekerjaan difokuskan pada pemasangan
dinding bata sebelum dilanjutkan dengan pemasangan rangka dan penutup atap,
kemudian memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).
Untuk menjaga percepatan pekerjaan, jumlah tenaga kerja
ditambah dari sekitar 40 orang menjadi 60 orang. Jam kerja juga diperpanjang
hingga pukul 18.00 WIB agar target penyelesaian tetap dapat dipenuhi.
"Progres pembangunan saat ini sudah mencapai sekitar
30 persen. Kami menambah jumlah pekerja dan memperpanjang jam kerja agar
pekerjaan tetap sesuai target penyelesaian," ujar Putut.
Bangunan baru Puskesmas Jekulo nantinya memiliki sekitar
48 ruangan dengan luas sekitar 37 x 48 meter persegi. Dengan fasilitas yang
lebih representatif, puskesmas tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan
kesehatan yang lebih nyaman, cepat, dan menyeluruh bagi masyarakat.

.jpeg)

