Liputankudus.id. KUDUS – Kebakaran melanda lahan tebu dan semak belukar di Dukuh Ledok, Desa Karangmalang yang berbatasan dengan Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Senin (13/7/2026). Api yang dipicu pembakaran sisa hasil panen tebu dengan cepat meluas akibat kondisi lahan yang kering dan tiupan angin , informasi kebakaran diterima sekitar pukul 10.50 WIB dari Damkar Satpol PP Kudus. Tim gabungan kemudian diterjunkan untuk melakukan pemadaman.
Kalaksa BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko melalui Kasi Kedaruratan BPBD Kudus Ahmad Munaji, "Setelah menerima laporan, tim gabungan dari Damkar Satpol PP Kudus, Damkar BPBD Kudus, Damkar PT Sukun bersama unsur relawan dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan seluruhnya sekitar pukul 12.00 WIB," kata Ahmad Munaji.
Objek yang terbakar meliputi lahan tebu yang telah dipanen seluas sekitar 80 x 50 meter, semak belukar sekitar 50 x 50 meter, serta lahan tebu siap panen seluas kurang lebih satu hektare.
Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran bermula sekitar pukul 10.40 WIB ketika saksi diminta pemilik lahan untuk membakar sisa hasil panen tebu. Namun karena kondisi lahan sangat kering disertai angin kencang, api dengan cepat merembet ke lahan semak dan lahan tebu yang masih siap panen.
Petugas pemadam kebakaran dari Satpol PP Kudus, BPBD Kudus, dan PT Sukun tiba di lokasi sekitar pukul 11.10 WIB. Api pokok berhasil dikuasai pada pukul 11.30 WIB dan dinyatakan padam total pada pukul 12.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pemilik lahan, Maslan (60), warga Desa Besito, Kecamatan Gebog, memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp8 juta atau setengah dari nilai jual tebu yang siap dipanen.
Ahmad Munaji mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama saat kondisi cuaca panas dan angin kencang.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sisa tanaman atau lahan secara terbuka karena sangat berisiko memicu kebakaran yang meluas, terutama pada musim kemarau saat kondisi lahan kering," ujarnya.
Dalam penanganan kejadian ini, unsur yang terlibat meliputi Damkar Satpol PP Kudus, Damkar BPBD Kudus, Damkar PT Sukun, Satgas BPBD Kudus, GRI Kudus, Destana, relawan, serta warga sekitar.



