-->
  • Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Kudus Bersiap Sambut Trans JEKUTI Terminal Getas Pejaten Segera Disulap Jadi Hub Utama

    Noer
    7/10/26, 19:00 WIB Last Updated 2026-07-10T12:00:24Z

     

    Kepala Bapperida Kabupaten Kudus, Sulistyowati, Trans JEKUTI bakal beroperasi 2028, Pemkab Kudus Mulai Bersiap dan Benahi Terminal Getas Pejaten sebagai Hub utama(Foto: Noer*)

    KUDUS, liputankudus.id – Kepastian pengoperasian transportasi massal Trans JEKUTI (Jepara–Kudus–Pati) semakin mengerucut. Setelah bertahun-tahun berada pada tahap wacana dan kajian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini menargetkan koridor aglomerasi tersebut mulai beroperasi pada 2028.

     

    Menyambut rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus mulai menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung. Salah satunya dengan mengagendakan penataan Terminal Getas Pejaten sebagai simpul utama (hub) layanan Trans JEKUTI di Kabupaten Kudus.

     

    Kepala Bapperida Kabupaten Kudus Sulistiyowati mengatakan, rencana pengembangan Trans JEKUTI telah masuk dalam RPJMD Provinsi Jawa Tengah. Bahkan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah telah melakukan audiensi dengan Bupati Kudus sebagai langkah awal menyelaraskan kesiapan pemerintah daerah.

     

    "Tahun ini akan dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Gubernur Jawa Tengah dengan Bupati Kudus, Bupati Jepara, dan Bupati Pati. Setelah itu masing-masing daerah mulai menyiapkan infrastruktur pendukung sesuai kewenangannya," ujar Sulistiyowati.

     

    Menurutnya, keberadaan transportasi massal antarkabupaten tersebut menjadi kebutuhan mendesak mengingat arus lalu lintas di koridor Jepara–Kudus–Pati terus meningkat setiap tahun. Kemacetan mulai terjadi di sejumlah ruas utama, sementara mobilitas pekerja, pelajar dan masyarakat antardaerah terus bertambah.

     

    Sebagai kabupaten yang berada di tengah koridor, Kudus diproyeksikan menjadi pusat pergerakan penumpang. Hasil identifikasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah menetapkan Terminal Getas Pejaten sebagai lokasi yang paling strategis untuk dikembangkan menjadi titik transit utama.

     

    Selain berada di pusat kota, terminal tersebut selama ini telah menjadi titik temu berbagai trayek angkutan dari Grobogan, Pati maupun Jepara. Sementara Terminal Mijen juga dipertimbangkan sebagai salah satu titik layanan dalam jaringan Trans JEKUTI.

     

    Untuk mendukung operasional tersebut, Pemkab Kudus telah memasukkan program rehabilitasi dan penataan Terminal Getas Pejaten ke dalam RKPD Tahun 2027. Penanganan meliputi perbaikan fisik, penataan kawasan hingga penyesuaian fasilitas agar kompatibel dengan sistem transportasi massal yang akan dibangun pemerintah provinsi.

     

    "Kami tidak ingin penataan dilakukan terburu-buru. Desain terminal harus sinkron dengan kajian provinsi, terutama terkait posisi platform, area naik-turun penumpang dan integrasi dengan halte agar tidak terjadi pembongkaran ulang," jelasnya.

     

    Sementara pembangunan halte di sepanjang koridor akan dilakukan secara bertahap setelah rute definitif ditetapkan. Pemkab Kudus juga membuka peluang pembiayaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sedangkan pembangunan maupun rehabilitasi terminal tetap menggunakan APBD.

     

    Berdasarkan konsep awal yang disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Trans JEKUTI akan dilayani sekitar 14 unit bus dengan sistem operasi menyerupai layanan Trans Jateng yang telah berjalan di sejumlah kota. Namun, jumlah armada, jadwal operasional hingga rute akhir masih akan ditetapkan melalui kajian teknis.

     

    Sulistiyowati mengungkapkan, Pemkab Kudus juga mulai memetakan potensi pengguna layanan dengan melibatkan lima kecamatan yang diperkirakan dilalui koridor Trans JEKUTI. Pemetaan tersebut mencakup jumlah pelajar, pekerja industri, pedagang hingga masyarakat umum yang berpotensi menjadi pengguna tetap.

     

    "Kudus memiliki karakteristik berbeda dengan daerah lain karena mobilitas pekerja industri rokok sangat tinggi dan jam kerjanya lebih pagi. Potensi itu sedang dihitung agar nantinya jadwal operasional bus benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat," katanya.

     

    Selain itu, tarif layanan diperkirakan tetap mengikuti skema subsidi Trans Jateng. Untuk pelajar, tarif diproyeksikan hanya sekitar Rp1.000 per perjalanan, sehingga diharapkan mampu mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

     

    Dengan target operasi pada 2028 dan komitmen lintas pemerintah yang mulai dibangun tahun ini, Trans JEKUTI menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas Jepara, Kudus, dan Pati sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Pantura Timur Jawa Tengah.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler