![]() |
| Kepala Bapperida Kabupaten Kudus, Sulistyowati, Trans JEKUTI bakal beroperasi 2028, Pemkab Kudus Mulai Bersiap dan Benahi Terminal Getas Pejaten sebagai Hub utama(Foto: Noer*) |
KUDUS, liputankudus.id – Kepastian pengoperasian
transportasi massal Trans JEKUTI (Jepara–Kudus–Pati) semakin mengerucut.
Setelah bertahun-tahun berada pada tahap wacana dan kajian, Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah kini menargetkan koridor aglomerasi tersebut mulai beroperasi pada 2028.
Menyambut rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus mulai
menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung. Salah satunya dengan mengagendakan
penataan Terminal Getas Pejaten sebagai simpul utama (hub) layanan Trans JEKUTI
di Kabupaten Kudus.
Kepala Bapperida Kabupaten Kudus Sulistiyowati
mengatakan, rencana pengembangan Trans JEKUTI telah masuk dalam RPJMD Provinsi
Jawa Tengah. Bahkan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah telah melakukan
audiensi dengan Bupati Kudus sebagai langkah awal menyelaraskan kesiapan
pemerintah daerah.
"Tahun ini akan dilakukan penandatanganan komitmen
bersama antara Gubernur Jawa Tengah dengan Bupati Kudus, Bupati Jepara, dan
Bupati Pati. Setelah itu masing-masing daerah mulai menyiapkan infrastruktur
pendukung sesuai kewenangannya," ujar Sulistiyowati.
Menurutnya, keberadaan transportasi massal antarkabupaten
tersebut menjadi kebutuhan mendesak mengingat arus lalu lintas di koridor
Jepara–Kudus–Pati terus meningkat setiap tahun. Kemacetan mulai terjadi di
sejumlah ruas utama, sementara mobilitas pekerja, pelajar dan masyarakat
antardaerah terus bertambah.
Sebagai kabupaten yang berada di tengah koridor, Kudus
diproyeksikan menjadi pusat pergerakan penumpang. Hasil identifikasi bersama
Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah menetapkan Terminal Getas Pejaten
sebagai lokasi yang paling strategis untuk dikembangkan menjadi titik transit
utama.
Selain berada di pusat kota, terminal tersebut selama ini
telah menjadi titik temu berbagai trayek angkutan dari Grobogan, Pati maupun
Jepara. Sementara Terminal Mijen juga dipertimbangkan sebagai salah satu titik
layanan dalam jaringan Trans JEKUTI.
Untuk mendukung operasional tersebut, Pemkab Kudus telah
memasukkan program rehabilitasi dan penataan Terminal Getas Pejaten ke dalam RKPD
Tahun 2027. Penanganan meliputi perbaikan fisik, penataan kawasan hingga penyesuaian
fasilitas agar kompatibel dengan sistem transportasi massal yang akan dibangun
pemerintah provinsi.
"Kami tidak ingin penataan dilakukan terburu-buru.
Desain terminal harus sinkron dengan kajian provinsi, terutama terkait posisi
platform, area naik-turun penumpang dan integrasi dengan halte agar tidak
terjadi pembongkaran ulang," jelasnya.
Sementara pembangunan halte di sepanjang koridor akan
dilakukan secara bertahap setelah rute definitif ditetapkan. Pemkab Kudus juga
membuka peluang pembiayaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan
(CSR), sedangkan pembangunan maupun rehabilitasi terminal tetap menggunakan
APBD.
Berdasarkan konsep awal yang disampaikan Pemerintah
Provinsi Jawa Tengah, Trans JEKUTI akan dilayani sekitar 14 unit bus dengan
sistem operasi menyerupai layanan Trans Jateng yang telah berjalan di sejumlah
kota. Namun, jumlah armada, jadwal operasional hingga rute akhir masih akan
ditetapkan melalui kajian teknis.
Sulistiyowati mengungkapkan, Pemkab Kudus juga mulai memetakan
potensi pengguna layanan dengan melibatkan lima kecamatan yang diperkirakan
dilalui koridor Trans JEKUTI. Pemetaan tersebut mencakup jumlah pelajar,
pekerja industri, pedagang hingga masyarakat umum yang berpotensi menjadi
pengguna tetap.
"Kudus memiliki karakteristik berbeda dengan daerah
lain karena mobilitas pekerja industri rokok sangat tinggi dan jam kerjanya
lebih pagi. Potensi itu sedang dihitung agar nantinya jadwal operasional bus
benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat," katanya.
Selain itu, tarif layanan diperkirakan tetap mengikuti
skema subsidi Trans Jateng. Untuk pelajar, tarif diproyeksikan hanya sekitar Rp1.000
per perjalanan, sehingga diharapkan mampu mendorong masyarakat beralih dari
kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Dengan target operasi pada 2028 dan komitmen lintas
pemerintah yang mulai dibangun tahun ini, Trans JEKUTI menjadi salah satu
proyek strategis yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas Jepara, Kudus,
dan Pati sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Pantura Timur
Jawa Tengah.


