KUDUS, liputankudus.id – Memasuki puncak musim kemarau, kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Kudus. Kali ini, api melalap lahan tebu siap panen seluas sekitar 50 x 50 meter di Desa Cranggang, Kecamatan Dawe, Rabu (8/7/2026). Dalam dua hari terakhir sedikitnya empat lahan tebu di sejumlah kecamatan di Kudus terbakar.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. Saksi, Munawaroh, warga Desa Kandangmas, melihat kobaran api saat melintas di Jalan Alternatif Cranggang–Gembong, tepatnya di blok sawah selatan MTs NU Darul Anwar. Saksi kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Informasi kebakaran diterima Damkar Satpol PP Kudus pada pukul 13.20 WIB. Petugas langsung bergerak ke lokasi. Karena luasnya area yang terbakar, proses pemadaman mendapat dukungan penuh armada pemadam beserta personel Unit Pemadam Satpol PP Kabupaten Kudus yang berkolaborasi dengan Satgas BPBD Kudus, GRI Kudus, Destana, relawan, dan masyarakat sekitar.
Petugas tiba di lokasi pukul 14.02 WIB dan langsung melakukan penyemprotan. Api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 14.30 WIB, sementara proses pendinginan hingga api benar-benar padam selesai pada pukul 14.40 WIB.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko melalui Kasi Kedaruratan Ahmad Munaji mengatakan, dugaan sementara kebakaran dipicu api dari sisa pembakaran sampah yang kemudian merambat ke lahan tebu yang sudah siap panen.
"Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara berasal dari sisa pembakaran sampah di dekat lokasi yang kemudian merambat ke lahan tebu. Kondisi lahan yang sangat kering akibat musim kemarau serta tiupan angin kencang membuat api cepat membesar," ujar Ahmad Munaji.
Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp6 juta atau sekitar setengah dari nilai jual tebu siap panen yang terbakar.
Ahmad Munaji mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area lahan kering, serta segera melapor apabila melihat titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Pencegahan menjadi langkah paling penting selama musim kemarau seperti sekarang," tegasnya.
BPBD Kudus juga mengingatkan masyarakat bahwa sebagian besar kebakaran lahan pada musim kemarau dipicu oleh kelalaian manusia. Karena itu, kesadaran bersama sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengancam lahan pertanian maupun permukiman warga.



