-->
  • Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Caping Kalo Kudus Dibawa ke Panggung Internasional

    Any Firgiyanti
    7/11/26, 09:12 WIB Last Updated 2026-07-11T02:12:53Z



    Liputankudus.id. KUDUS  – Budaya khas Kabupaten Kudus kembali tampil di panggung internasional. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus mengirimkan delegasi untuk mengikuti 4th Seiba International Festival di Sumatra Barat dengan membawakan Tari Lajur Caping Kalo sebagai representasi budaya daerah.

    ‎Festival yang digelar pada 8 Juli 2026 itu diikuti delegasi dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Kamboja, dan Singapura. Setiap peserta menampilkan tarian tradisional yang mencerminkan identitas budaya dari daerah maupun negaranya.

    ‎Dalam ajang tersebut, UIN Sunan Kudus memilih Tari Lajur Caping Kalo sebagai sarana memperkenalkan warisan budaya Kudus kepada masyarakat internasional. Tarian ini mengangkat kisah para perempuan Kudus yang menggunakan Caping Kalo, penutup kepala tradisional yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tempo dulu.

    ‎Gerakan yang dinamis, enerjik, dan penuh semangat menggambarkan nilai kerja keras, kebersamaan, serta kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Penampilan itu dibawakan oleh empat mahasiswa UIN Sunan Kudus, yakni Maghfira Izzani Maulania, Dea Ananda Melya, Karunia Arsyta Rahma, dan Siti Hafifah.

    ‎Keempat penari menjalani latihan intensif di bawah bimbingan dosen pembimbing tari, Rakanita Dyah Ayu Kinesti, M.Pd. Pendampingan tersebut difokuskan pada penyempurnaan teknik, kekompakan, ekspresi, hingga pendalaman makna setiap gerakan agar pesan budaya yang dibawa dapat tersampaikan kepada dewan juri dan penonton dari berbagai negara.

    ‎Wakil Rektor III UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Kisbiyanto mengatakan keikutsertaan dalam festival internasional ini bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga menjadi momentum mengenalkan budaya Kudus ke tingkat dunia.

    ‎"Kami membawa nama baik UIN Sunan Kudus sekaligus budaya Kabupaten Kudus di ajang internasional. Karena itu kami memberikan fasilitas dan dukungan terbaik kepada para mahasiswa agar dapat tampil maksimal dan meraih prestasi juara," ujarnya.

    ‎Menurut Kisbiyanto, keberhasilan tampil di panggung internasional akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kudus. Ia berharap Tari Lajur Caping Kalo dapat semakin dikenal sebagai salah satu ikon budaya daerah.

    ‎"Harapan kami, budaya Kudus semakin mendunia. Selama ini orang mengenal Kudus karena Sunan Kudus dan Sunan Muria, tetapi kami juga ingin masyarakat internasional mengetahui bahwa Kudus memiliki kekayaan seni dan budaya yang patut dibanggakan," katanya.

    ‎Keikutsertaan UIN Sunan Kudus pada 4th Seiba International Festival menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam melestarikan budaya lokal melalui generasi muda. Selain menjadi ajang kompetisi, festival tersebut juga menjadi ruang pertukaran budaya antarnegera di kawasan Asia Tenggara.

    ‎Dengan demikian, pihaknya berharap budaya lokal tidak hanya tetap lestari di daerah asalnya, tetapi juga mampu memperoleh pengakuan yang lebih luas di tingkat internasional serta menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler