• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    MILKLIFE SOCCER CHALLENGE KUDUS SERI 2 2025-2026. Persaingan Sengit Putri Kudus Lahirkan Juara Baru

    LIPUTAN KUDUS 2
    5/24/26, 19:46 WIB Last Updated 2026-05-24T12:49:34Z




    Liputankudus.id. Kudus, 24 Mei 2026 – Semangat kompetitif bertensi tinggi menyelimuti Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, Jawa Tengah dalam puncak perebutan gelar juara MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2 2025 - 2026 pada Minggu (24/5). Mampu tampil gigih secara konsisten di sepanjang turnamen, tim SDN Jambean 02 Pati sukses menorehkan sejarah gelar juara perdana usai menundukkan SDUT Bumi Kartini Jepara melalui babak adu penalti dramatis dengan skor 1-1 (6-5). Persaingan di sektor KU 10 juga tersaji sengit yang akhirnya dimenangkan oleh MI NU Baitul Mukminin usai menekuk MI NU Pendidikan Islam dengan skor 4-1.

    Penyelenggaraan MLSC Kudus Seri 2 2025–2026 menunjukkan geliat positif ekosistem sepak bola putri yang terus tumbuh dan berkembang. Pada seri ini, sebanyak 1.391 siswi dari 89 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) asal Kudus, Demak, Pati, Rembang, dan Jepara turut ambil bagian menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam turnamen yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Sejak pertama kali digelar pada 2023, Kudus menjadi kota awal pembinaan sepak bola putri usia dini yang berkelanjutan dan telah memunculkan banyak talenta potensial untuk dipersiapkan menuju kebangkitan sepak bola putri Indonesia di masa depan.

    Pelatih Kepala Timo Scheunemann di ajang MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2 2025–2026, menilai proses pembinaan pemain muda tak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknik di lapangan. Menurut dia, konsistensi latihan dan rasa suka terhadap sepak bola menjadi faktor penting dalam perkembangan atlet putri usia dini.Timo mengatakan, pembinaan sepak bola putri perlu dibangun secara bertahap agar para siswi dapat berkembang, baik dari sisi kemampuan bermain maupun karakter diri. “Prestasi itu memang penting tapi yang tidak kalah penting adalah konsistensi para siswi dalam latihan. Ketika kemampuan mereka meningkat, mereka akan semakin senang bermain sepak bola. Dari situ, baru digali potensi dan bakatnya. Kemudian, sekolah juga bisa menyisipkan nilai-nilai pengembangan mental dan karakter yang sejalan dengan dunia pendidikan,” ujar Timo.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus H. Shony Wardana mengapresiasi pelaksanaan turnamen sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge yang mendorong siswi di tingkat MI/SD untuk berolahraga dan berprestasi. “Kami dari kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation karena siswi-siswi kami dari Madrasah Ibtidaiyah diberikan kesempatan untuk mengikuti turnamen ini. Semoga mereka dapat terus mengembangkan potensi dan bakatnya di bidang sepak bola putri. Kami juga mendorong MI dan MTS maupun di Kabupaten Kudus untuk berprestasi baik akademik maupun non-akademik,” kata Shony.



    Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation Satia Chandra Wiguna mengatakan penyelenggaraan MLSC Kudus Seri 2 2025 - 2026 menjadi bukti konsistensi untuk memperkuat pondasi sepak bola putri yang semakin kompetitif di level akar rumput. Hal ini tak lepas sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan dan mata rantai regenerasi calon-calon pesepak bola putri masa depan Indonesia dari Kota Kudus. “Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kudus terutama kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus, juga kepada Kementerian Agama Kabupaten atas dukungannya selama ini. Kami bangga, para peserta MLSC Kudus Seri 2 2025 - 2026 memiliki semangat juang tinggi dan kompetitif. 

    Hal ini terbukti dengan lahirnya juara-juara baru sebagai hasil dari keseriusan peserta berlatih dengan serius di dunia sepak bola. Semoga ke depan banyak atlet putri Kudus muncul membanggakan nama Indonesia di panggung dunia,” tutur Chandra.

    Kompetisi Rebut Podium Tertinggi yang Penuh Tensi Partai final KU 12 menjadi laga ulangan seri sebelumnya yang kembali mempertemukan SDN Jambean 02 Pati kontra juara seri lalu SDUT Bumi Kartini Jepara. Sejak kick-off babak pertama dimulai, tensi pertandingan langsung memanas dan tampil ngotot. Adu fisik dan perebutan bola-bola bawah kerap terjadi sehingga memaksa kedua tim bermain sabar untuk membongkar pertahanan lawan dan menciptakan peluang. Skor kacamata akhirnya pecah pada menit ke-12 lewat aksi Rere Zenita Farza yang sukses lepas dari kawalan lini belakang lawan dan melepaskan sepakan kaki kiri ke sisi kanan gawang dan membawa SDUT Bumi Kartini Jepara unggul sementara 1-0 hingga babak pertama berakhir.

    Selepas turun minum, perebutan penguasaan bola kembali berlangsung alot. Kedua tim saling menekan demi mencuri celah di lini pertahanan lawan. SDN Jambean 02 Pati yang dikomandoi Faiha Talloi Carena menolak menyerah dan sempat mendapat peluang emas melalui tendangan bebas yang dieksekusi Hafiza Khaira Lubna Lista. Namun, sepakan tersebut masih mampu diblok lini pertahanan SDUT Bumi Kartini Jepara sehingga bola liar bergulir keluar lapangan.

    Kegigihan SDN Jambean 02 Pati untuk mengejar ketertinggalan patut mendapat apresiasi. Dara Clarista Putri Valencia tanpa ragu melepaskan direct shooting keras yang gagal diantisipasi penjaga gawang lawan. Gol tersebut membuat kedudukan berubah menjadi imbang 1-1. Laga pun semakin memanas, kedua tim mampu menahan kedudukan imbang hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil itu memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan kampiun KU 12 MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2 2025 - 2026.

    Drama adu penalti berlangsung menegangkan hingga enam penendang. SDN Jambean 02 Pati akhirnya keluar sebagai juara usai Srikandi terakhir, Preiska Naurah Zaparani, memastikan kemenangan perdana SDN Jambean 02 Pati sekaligus mengunci gelar juara KU 12. Ini merupakan catatan sejarah kemenangan pertama yang diraih SDN Jambean 02 Pati sekaligus momen epik comeback di ajang MilkLife Soccer Challenge yang telah diikuti sebanyak enam kali. Pelatih SDN Jambean 02 Pati Muhammad Hidayat mengapresiasi tim asuhannya yang mampu bermain all out sepanjang babak final. “Pertandingan sangat seru berkat tim bermain dengan motivasi tinggi. Tim kami tidak meremehkan lawan namun bekerja keras sepanjang pertandingan final,” ucap Coach Hidayat.

    Kemenangan manis ini menjadi buah perjuangan srikandi SDN Jambean 02 Pati yang telah berupaya maksimal untuk tampil impresif sepanjang gelaran MLSC Kudus Seri 2 2025 - 2026 berlangsung. “Sangat tidak menyangka bisa merebut gelar juara KU 12. Pertandingannya seru dan menegangkan, apalagi memasuki babak penalti itu sangat deg-degan. Tapi akhirnya kerja keras kami terbayar dengan menjadi juara, terima kasih perjuangannya teman-teman,” kata Faiha sang kapten tim.

    Persaingan sengit juga tersaji pada partai pamungkas KU 10 yang mempertemukan dua finalis anyar, MI NU Baitul Mukminin kontra MI NU Pendidikan Islam. Sejak wasit meniup peluit kick-off, perebutan bola berlangsung intens. MI NU Pendidikan Islam yang menguasai bola lebih dulu langsung mendapat tekanan dari skuad MI NU Baitul Mukminin yang sigap membangun serangan ke lini pertahanan lawan. Upaya tersebut berbuah manis pada menit ketiga saat Nadya Alyssa Azzahra sukses membuka keunggulan usai memanfaatkan kemelut di depan gawang. Sepakan terukurnya gagal dibendung kiper MI NU Pendidikan Islam sehingga membawa MI NU Baitul Mukminin unggul 1-0. Keunggulan kembali bertambah pada menit kedelapan lewat aksi apik Khansa Marsa Irsyad. Khansa menuntaskan peluang dan mengubah skor menjadi 2-0. MI NU Baitul Mukminin kembali mempertebal keunggulan setelah memperoleh hadiah tendangan bebas di luar kotak penalti. Eksekusi Izzatunnisyafa Zahida Azzahra sempat memantul sebelum mengecoh kiper

    Mahreen Aftina Shafana dan membawa timnya unggul 3-0. Namun, MI NU Pendidikan Islam takmenyerah. Berselang dua menit, Nadhira Adiba Syakila sukses memperkecil ketertinggalan dan mengubah skor menjadi 3-1 di akhir babak pertama. Memasuki babak kedua, MI NU Baitul Mukminin bermain semakin kompetitif dan memastikan kemenangan melalui gol Arla Manda Guina di menit ke-25. Skor 4-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, dan MI NU Baitul Mukminin tampil sebagai kampiun baru KU 10 MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2 2025 - 2026.

    Pelatih MI NU Baitul Mukminin, Ahmad Rizza Aftoni mengapresiasi kemenangan manis pertama ini mengingat tim asuhannya menghadapi lawan-lawan yang tangguh selama MLSC Kudus Seri 2 2025-2026. “Kemenangan ini kejutan karena di luar prediksi. Target kami hanya semifinal karena pada seri lalu kami gagal di babak 8 besar. Alhamdulillah berkat kegigihan dan semangat juang para siswi, serta dukungan orang tua. Kami bisa memboyong piala juara,” tutup Coach Ahmad.


    Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Kudus Seri 2 2025 - 2026:

    Kategori Usia 10

    Champion : MI NU Baitul Mukminin

    Runner-up : MI NU Pendidikan Islam

    Semifinalis : SDN Gunungwungkal 01 dan SD 2 Demaan

    Top Scorer : Charissa Setya Ayudiana - SDIT Al Islam Kudus (37 gol)

    Nadhira Adiba Syakila - MI NU Pendidikan Islam (37 gol)

    Best Player : Khusna Marsa Irsyad - MI NU Baitul Mukminin

    Best Goalkeeper : Aulia Agustin - SDN Gunungwungkal 01

    Fairplay Team : MIM Al Tanbih Kudus

    Kategori Usia 12

    Champion : SDN Jambean 02 Pati

    Runner-up : SDUT Bumi Kartini Jepara

    Semifinalis : SDN 1 Rendeng dan SDIT Al Islam Kudus

    Top Scorer : Rara Zenita Fatin - SDUT Bumi Kartini Jepara (42 gol)

    Best Player : Sabrina Dwi Ristiyana - SDN Jambean 02 Pati

    Best Goalkeeper : Queisha Savaa Azzalfa - SDUT Bumi Kartini Jepara

    Fairplay Team : SDN 1 Panggang Jepara

    Kunjungi www.milklifesoccer.com untuk melihat jadwal, hasil pertandingan, klasemen, hingga

    daftar pencetak gol MilkLife Soccer Challenge. Dan ikuti akun media sosial MilkLife Soccer

    Challenge (Instagram @milklifesoccer, TikTok @milklifesoccer, YouTube @milklifesoccer) untuk

    mendapatkan informasi menarik seputar pengembangan sepak bola putri.



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler