• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Rasulan dan Santunan Anak Yatim Awali Musim Giling PG Rendeng

    LIPUTAN KUDUS 2
    4/29/26, 10:30 WIB Last Updated 2026-04-29T03:32:51Z




    Liputankudus.id. KUDUS — Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menghadiri kegiatan rasulan dan santunan anak yatim di Pabrik Tengah PG Rendeng, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini menjadi ungkapan syukur atas capaian perusahaan sepanjang tahun 2026 sekaligus menandai dimulainya musim giling tebu yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei mendatang.


    Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas kepedulian sosial yang terus ditunjukkan PG Rendeng, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian.



    “Kami mengapresiasi langkah ini sebagai wujud syukur sekaligus kepedulian sosial. PG Rendeng telah menunjukkan komitmennya untuk terus berbagi,” ujarnya.


    Ia juga menyatakan kebanggaannya terhadap berbagai capaian serta upaya pengembangan yang dilakukan PG Rendeng dalam memperkuat industri gula di Kudus.


    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus dan masyarakat, kami menyampaikan rasa bangga dan penghargaan atas prestasi yang telah diraih tahun ini,” lanjutnya.


    Menurutnya, langkah modernisasi yang dilakukan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri, sekaligus membuka ruang edukasi bagi generasi muda.


    “Pembenahan dan modernisasi mesin yang terus dilakukan tidak hanya memperkuat industri, tetapi juga memberi nilai pembelajaran bagi anak-anak,” tambahnya.


    Bupati pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan PG Rendeng sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.


    “Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat sengkuyung mendukung. Ketika PG Rendeng terus tumbuh, petani tebu akan semakin berdaya dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” tegasnya.


    Sementara itu, General Manager PG Rendeng, Erwin Fitri Hatmoko, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian selamatan giling yang sarat nilai budaya sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.



    “Kegiatan ini menjadi upaya merawat kearifan lokal, termasuk menghidupkan kembali tradisi Gantingi sebagai ruang tumbuh bagi UMKM,” jelasnya.


    Ia menambahkan, pihaknya juga tengah mempersiapkan pelaksanaan giling perdana dan memohon doa restu dari masyarakat agar seluruh proses berjalan lancar.


    “Kami mohon doa restu, pertengahan Mei nanti kami akan melaksanakan giling perdana,” ujarnya.


    Di sisi lain, capaian program pengembangan lahan tebu melalui skema CPCL (Calon Petani Calon Lahan) menunjukkan hasil yang melampaui target. Dari target 350 hektare, realisasi telah mencapai 443 hektare atau sekitar 125 persen. Bahkan, setelah mendapatkan tambahan target 500 hektare dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, realisasi terbaru telah menembus 569 hektare.


    Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan sektor gula di Kudus, sekaligus mempertegas peran PG Rendeng dalam mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian tebu.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler