• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Gantingi Hidup Lagi PG Rendeng Awali Musim Giling dengan Tradisi Manten Tebu

    LIPUTAN KUDUS 2
    4/29/26, 11:32 WIB Last Updated 2026-04-29T04:32:42Z

    Liputankudus.id. Kudus– Musim giling tahun 2026 di Pabrik Gula Rendeng resmi dimulai dengan prosesi tradisi manten tebu yang digelar pada Rabu (29/4/2026) pukul 07.30 WIB. Ritual tahunan ini menjadi penanda dimulainya aktivitas giling sekaligus wujud rasa syukur atas kesiapan musim produksi tahun ini.



    Selain prosesi manten tebu, suasana juga dimeriahkan dengan kembali dihidupkannya tradisi gantingi, yakni semacam pasar malam yang menghadirkan hiburan dan aktivitas ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan pabrik, yang dimulai 18 April hingga 3 Mei.


    Musim giling tahun ini diproyeksikan kembali ditopang pasokan bahan baku tebu dari sejumlah daerah di wilayah Pantura timur Jawa Tengah. Ketersediaan bahan baku menjadi faktor kunci untuk menjaga stabilitas produksi gula selama satu musim giling.


    Pada tahun ini, kebutuhan bahan baku tebu mencapai sekitar 400 ribu ton. Pasokan tersebut berasal dari areal perkebunan dengan luas mendekati 5.000 hektare yang tersebar di sedikitnya tujuh kabupaten.



    Selain dari wilayah Kabupaten Kudus sebagai basis utama, bahan baku tebu juga dipasok dari daerah sekitar seperti Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang, Kabupaten Blora, Kabupaten Demak, hingga Kabupaten Jepara. Sebaran wilayah ini menunjukkan ketergantungan PG Rendeng pada jejaring pasokan tebu lintas daerah.


    Di tingkat lokal, sentra produksi tebu di Kudus masih bertumpu pada sejumlah kecamatan seperti Jekulo, Dawe, dan Gebog yang selama ini menjadi tulang punggung suplai dari dalam daerah.


    Mayoritas bahan baku berasal dari petani tebu rakyat yang bermitra dengan pabrik, selain sebagian kecil dari kebun milik perusahaan. Pola kemitraan ini menjadi penopang utama keberlanjutan pasokan, sekaligus menentukan volume tebu yang dapat digiling setiap musim.


    General Manager Erwin Fitri Hatmoko menegaskan, pihaknya menargetkan peningkatan produksi pada musim giling tahun ini. “Target tentu ada kenaikan dibandingkan realisasi tahun lalu,” ujarnya. Ia optimistis, dengan kondisi tanaman tebu yang lebih baik, proses tebang hingga giling dapat berjalan lancar dan target produksi bisa dicapai dalam kurun sekitar empat bulan musim giling.


    Pada musim giling tahun ini, PG Rendeng menargetkan produksi gula mencapai 40.000 ton dengan capaian rendemen tebu sebesar 7 persen. Target tersebut menjadi indikator utama keberhasilan pengolahan tebu sepanjang musim giling.


    Meski potensi tebu di kawasan Pantura timur terbilang besar, serapan oleh pabrik belum sepenuhnya optimal. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian hasil panen petani juga terserap ke pabrik gula lain di sekitar wilayah tersebut, sehingga memunculkan persaingan dalam memperoleh bahan baku.


    Dengan dimulainya musim giling yang ditandai tradisi manten tebu dan semarak gantingi, PG Rendeng diharapkan mampu mengoptimalkan penyerapan bahan baku sekaligus menjaga produktivitas gula. Ketersediaan pasokan yang stabil menjadi penentu utama tercapainya target produksi pada tahun ini.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler