• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Di Tengah Keterbatasan Siswa SLBN Cendono Kudus Tetap Antusias Ikuti Tes Kemampuan Akademik

    LIPUTAN KUDUS 2
    4/07/26, 13:49 WIB Last Updated 2026-04-07T09:35:21Z

    Liputankudus.id. KUDUS, — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SLB Negeri Cendono Kudus berlangsung lancar meski diikuti oleh siswa dengan keterbatasan intelektual. Pada hari kedua pelaksanaan, Selasa (7/4/2026), dua siswa laki-laki atas nama Utomo dan Fatah Wiradinata, jenjang SMPLB mengikuti ujian mata pelajaran matematika yang dimulai pukul 07.15 hingga 09.00 WIB.



    Kepala SLBN Cendono Kudus, Kuntjoro Hadi Wicaksono, menyampaikan bahwa secara teknis pelaksanaan TKA berjalan tanpa hambatan berarti. “Selama proses TKA berbasis komputer, baik jaringan maupun listrik dalam kondisi aman. Siswa juga mampu mengikuti tahapan ujian mulai dari login hingga menyelesaikan soal dengan lancar,” ujarnya.


    Meski demikian, pihak sekolah mengakui adanya tantangan yang dihadapi siswa, terutama dalam memahami soal. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Oktavianus Andri, menjelaskan bahwa karakteristik peserta didik menjadi faktor utama kesulitan.



    “Yang diukur dalam TKA ini memang aspek akademik. Namun, siswa kami yang mengikuti adalah kategori tuna rungu dengan keterbatasan kosa kata. Ketika dihadapkan pada model soal yang sama dengan siswa reguler, tentu mereka mengalami kesulitan dalam mencerna,” jelasnya.


    Ia menambahkan, bentuk soal cerita dengan kalimat panjang menjadi kendala tersendiri bagi siswa. “Untuk siswa SLB, seharusnya soal dibuat lebih sederhana, singkat, dan langsung pada inti pertanyaan. Kalimat yang terlalu panjang membuat mereka kesulitan memahami maksud soal,” lanjut Oktavianus.


    Selain itu, aspek teknis tampilan soal juga dinilai perlu penyesuaian. Menurutnya, idealnya satu soal ditampilkan dalam satu layar agar lebih mudah dipahami siswa. “Kalau dalam satu layar ada beberapa soal, siswa kami cenderung bingung karena belum terbiasa dengan format seperti itu,” katanya.


    Meski menghadapi berbagai tantangan, semangat siswa tetap tinggi. Pihak sekolah juga memberikan pendampingan selama ujian berlangsung guna membantu siswa memahami instruksi tanpa mengintervensi jawaban.



    “Kalau dilepas murni tanpa pendampingan, mereka akan mengalami banyak kendala. Namun dengan pendampingan, mereka tetap bisa mengikuti ujian dengan baik,” imbuhnya.


    Saat ini, SLBN Cendono Kudus memiliki total 146 siswa dari jenjang SD hingga SMA, dengan 65 siswa di antaranya berada di tingkat SMP dan SMA. Dari total 10 siswa kelas IX, hanya dua siswa yang mengikuti TKA karena disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.


    Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa pelaksanaan TKA merupakan bagian dari upaya pemetaan capaian belajar siswa secara nasional. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyebut hasil TKA juga akan menjadi salah satu pertimbangan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).


    “Jadi, nantinya hasil dari TKA ini akan menjadi penilaian tersendiri dalam proses penerimaan murid baru. Kalau SMP berarti untuk masuk ke sekolah menengah,” jelas Tatang, dalam realease yang dikirim Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.


    Ia juga mengingatkan siswa agar tetap mengedepankan kejujuran dan tidak terbebani dalam mengerjakan soal. “Tidak perlu terlalu terbebani, tapi kerjakan soal dengan penuh kesungguhan,” tambahnya.


    Secara nasional, pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP/MTs/sederajat, termasuk SMPLB, berlangsung hingga dua pekan ke depan. Kebijakan ini diharapkan mampu menyediakan data objektif dan komprehensif sebagai dasar perbaikan pembelajaran serta pengambilan kebijakan pendidikan berbasis data.


    Di berbagai daerah, pelaksanaan TKA bagi siswa SLB menunjukkan semangat dan optimisme tinggi. Kondisi ini sejalan dengan yang terlihat di SLBN Cendono Kudus, di mana keterbatasan tidak menghalangi siswa untuk tetap berpartisipasi dan berusaha memberikan yang terbaik.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler