• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Usung Tema "Cerita Tanpa Batas" SMP 5 Kudus Gelar Purna Wiyata Kelas IX di Graha Mustika

    LIPUTAN KUDUS 2
    5/20/26, 14:12 WIB Last Updated 2026-05-20T07:38:41Z

    Liputankudus.id. Kudus, -- Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Purna Wiyata siswa kelas IX SMP 5 Kudus Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Graha Mustika Kudus, Rabu (20/5/2026). Acara perpisahan yang berlangsung sejak pagi hingga siang tersebut diikuti ratusan siswa, guru, orang tua murid, serta tamu undangan dengan penuh antusias.



    Mengusung tema “Cerita Tanpa Batas”, kegiatan pelepasan siswa berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian acara. Mulai dari pentas seni siswa, penampilan musik dan tari, prosesi purna wiyata, hingga pemberian penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik.


    Sebanyak 252 siswa kelas IX resmi dinyatakan lulus dan dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Momen tersebut menjadi puncak perjalanan tiga tahun para siswa menempuh pendidikan di SMP 5 Kudus.



    Kepala Sekolah Siti Fatimah dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan haru atas capaian para siswa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang selama ini telah mendukung proses pendidikan anak-anak mereka.


    “Terima kasih kepada para orang tua atas kolaborasi dan kepercayaannya selama ini kepada sekolah dalam mendidik anak-anak kami. Hari ini memang pelepasan bukan perpisahan, dan sebenarnya ini adalah awal dari babak baru perjalanan mereka,” ujarnya terharu.


    Menurutnya, tema “Cerita Tanpa Batas” dipilih karena menggambarkan perjalanan para siswa selama tiga tahun di lingkungan sekolah yang penuh pengalaman, perjuangan, persahabatan, dan proses pembentukan karakter.


    “Selama tiga tahun banyak cerita yang tidak terbatas hanya di ruang kelas, tetapi juga cerita tentang belajar, berteman, disiplin, dan tumbuh bersama. Semua itu akan menjadi bekal penting bagi masa depan mereka. Bagi kami pemangku SMP 5 belajar seirus itu penting tapi suasana dan lingkungan belajar yang kondusif itu juga penting,” katanya.


    Momentum pelepasan siswa tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga mengingatkan pentingnya pendidikan dalam membangun generasi emas Indonesia di masa depan.


    “Pendidikan adalah cara kita menyiapkan anak-anak sebagai generasi emas Indonesia. Jangan pernah ragu melangkah ke depan, karena orang sukses adalah orang yang terus berjuang,” tegasnya di hadapan para siswa dan wali murid.



    Dalam sambutannya, Siti Fatimah juga mengutip ajaran Ki Hajar Dewantara tentang tiga nilai penting yang harus dimiliki pelajar, yakni tetep, antep, dan mantep.


    Ia menjelaskan, tetep berarti konsisten menjaga karakter dan nilai-nilai kebaikan. Antep bermakna mampu belajar mandiri sekaligus mengendalikan diri. Sedangkan mantep berarti memiliki keyakinan dan kesiapan untuk menghadapi masa depan.


    “Tetep, antep, dan mantep adalah tiga prinsip karakter dan ketahanan mental dari Ki Hajar Dewantara. Ketiganya mengajarkan kita untuk selalu konsisten dan teguh dalam menghadapi berbagai masalah atau perjuanganNilai-nilai itu harus terus diasah dan dijaga. Anak-anak harus tetap punya karakter baik, belajar mandiri, serta yakin pada kemampuan dirinya sendiri,” ujarnya.


    Selain itu, kepala sekolah juga berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan almamater sekolah di manapun berada.


    “Yang paling utama adalah menjaga nama baik diri, orang tua, dan almamater. Teruslah belajar sepanjang hayat dan jangan berhenti meraih prestasi,” imbuhnya.


    Acara pelepasan berlangsung semakin meriah dengan penampilan kreatif para siswa. Sejumlah pentas seni ditampilkan beberapa siswa bahkan tampak tak kuasa menahan haru ketika diminta untuk memeluk orang tuanya dan berterima kasih kepada mereka.


    Tak hanya itu, sekolah juga memberikan berbagai penghargaan kepada siswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka selama belajar di SMP 5 Kudus. Penghargaan diberikan untuk kategori akademik, nonakademik, kedisiplinan, hingga siswa inspiratif.


    Salah satu siswa kelas IX mengaku bangga dapat menyelesaikan pendidikan bersama teman-temannya. Meski demikian, ia juga merasa sedih karena harus berpisah dengan lingkungan sekolah yang selama ini menjadi tempat belajar dan bertumbuh.


    “Senang dan bangga karena akhirnya lulus, tapi juga sedih harus berpisah dengan teman-teman dan bapak ibu guru. Banyak kenangan yang tidak akan kami lupakan dari SMP 5 Kudus,” ungkap salah seorang siswa.


    Hal serupa disampaikan salah satu wali murid yang hadir mendampingi putranya dalam acara tersebut. Ia mengaku bersyukur atas perhatian dan pendidikan yang diberikan sekolah selama ini.


    “Kami sebagai orang tua merasa sangat berterima kasih kepada para guru yang sudah mendidik dan membimbing anak-anak dengan sabar. Semoga setelah ini mereka bisa melanjutkan pendidikan dan menjadi anak yang sukses,” ujarnya.


    Berdasarkan data sekolah, dari total lulusan tahun ini sekitar 60 persen siswa direncanakan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, sementara sekitar 40 persen lainnya memilih melanjutkan ke SMK sesuai minat dan cita-cita masing-masing.



    Dengan penuh semangat dan harapan baru, prosesi Purna Wiyata SMP 5 Kudus tahun ini menjadi penanda berakhirnya masa belajar di bangku SMP sekaligus awal langkah baru para siswa untuk menggapai masa depan yang lebih cerah.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler