KUDUS, liputankudus.id – Seorang peziarah asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, meninggal dunia secara mendadak saat menginap di rumah penginapan di sekitar Terminal Colo, kompleks wisata religi Makam Sunan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Peziarah tersebut diketahui bernama Nani Trisurani (60). Ia merupakan bagian dari rombongan peziarah Pondok Pesantren Miftahul Khoer, Kabupaten Tasikmalaya, yang sedang melakukan perjalanan ziarah Walisongo.
Kapolsek Dawe AKP Jajang Wiwoko mengatakan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, korban sebelumnya menyampaikan kepada ketua rombongan bahwa dirinya tidak ikut naik ke Makam Sunan Muria karena merasa kurang enak badan.
“Korban tetap beristirahat di rumah penginapan. Sekitar pukul 07.00 WIB, ketua rombongan diberitahu jamaah lainnya bahwa korban tidak sadarkan diri,” lanjut Kaolsek Dawe.
Ketua rombongan bersama sejumlah jamaah kemudian memeriksa kondisi korban. Saat diperiksa, korban sudah tidak memberikan respons dan diketahui tidak bernapas serta tidak memiliki denyut nadi.
Petugas dari pemerintah desa dan Dinas Pariwisata yang tiba di lokasi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Colo. Polisi selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan.
Petugas Polsek Dawe juga menghubungi Unit Inafis Polres Kudus dan dokter dari Puskesmas Rejosari untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Hasil pemeriksaan pada sekitar pukul 08.40 WIB menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal dunia sebelum petugas melakukan pemeriksaan. Tidak ditemukan tanda-tanda atau bekas penganiayaan pada tubuh korban.
Berdasarkan keterangan saksi, selama perjalanan korban sempat mengalami kondisi kurang sehat hingga harus dibantu dengan dipijat dan diberi minyak kayu putih.
Dari hasil pemeriksaan dan keterangan para saksi, korban diduga meninggal dunia akibat sakit diabetes melitus yang menyebabkan kondisi tubuhnya lemas dan kelelahan.
Pihak keluarga korban yang dihubungi melalui video call WhatsApp telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan mengikhlaskan kepergian korban. Keluarga juga menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Sekitar pukul 09.30 WIB, jenazah kemudian dibawa menuju rumah duka menggunakan ambulans Desa Colo untuk selanjutnya dimakamkan.
Sementara itu, rombongan peziarah lainnya tetap melanjutkan kegiatan ziarah Walisongo di kawasan Makam Sunan Muria. Selama proses penanganan kejadian hingga keberangkatan jenazah, situasi dilaporkan berjalan aman dan kondusif.


