• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Gandeng Lintas Pihak, Pemprov Jateng Siapkan Solusi Permanen Banjir Demak

    LIPUTAN KUDUS 2
    4/07/26, 13:59 WIB Last Updated 2026-04-07T06:59:19Z

    Liputankudus.id. DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani dampak banjir di Kabupaten Demak. Penanganannya tidak hanya pada fase darurat, tetapi juga pemulihan dan pencegahan jangka panjang. 



    Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk mempercepat perbaikan rumah warga,  sekaligus menuntaskan persoalan banjir yang kerap berulang.


    “Sudah kita asesmen. Tinggal kita petakan lagi secara detail, kita hitung kebutuhannya apa saja. Penanganannya tidak bisa sendiri, harus bersama-sama antara kabupaten, provinsi, dan juga pemerintah pusat,” katanya saat meninjau lokasi terparah banjir di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak pda Selasa, 7 April 2026. 



    Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar persoalan banjir, khususnya di wilayah rawan, tidak terus berulang setiap tahun. Selain penanganan tanggul dan aliran sungai, percepatan pemulihan rumah warga juga menjadi prioritas.


    Untuk itu, Pemprov Jateng menggandeng berbagai pihak. Sumber pendanaan berasal dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, Baznas, hingga PMI. Sementara tenaga perbaikan akan melibatkan relawan dari organisasi kemasyarakatan.


    “Tadi kami sudah komunikasi dengan Ansor. Insyaallah Banser dari Jawa Tengah dan kabupaten akan membantu tenaga untuk perbaikan rumah warga,” jelasnya.


    Dalam kesempatan tersebut, bantuan juga mulai disalurkan, antara lain program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 7 unit, 127 paket sembako dari Baznas Jateng, serta bantuan senilai Rp10.065.500 dari PMI Jateng.


    Di sisi lain, warga terdampak mulai merasakan kehadiran bantuan pemerintah. Ma’arif (39), salah satu korban banjir, mengaku kondisi saat ini berangsur membaik dibanding saat kejadian.


    “Alhamdulillah bantuan sudah mulai terasa. Dari nasi bungkus, listrik sudah nyala, air bersih juga ada, sampai pembersihan lumpur,” ujarnya.



    Namun demikian, ia menyebut kerusakan yang dialami warga cukup parah. Rumah miliknya rusak sekitar 40 persen mengalami kerusakan, sementara rumah orang tuanya hanyut tanpa sisa. Sebagian besar barang juga hilang terbawa arus.


    “Kalau rumah kayu seperti kami, satu unit bisa sekitar Rp80 juta. Itu belum isinya,” tambahnya.


    Selain perbaikan rumah, warga juga masih membutuhkan bantuan untuk pencarian puing-puing bangunan yang tertimbun lumpur.


    Sebelumnya, banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo pada Jumat (3/4/2026). 


    Tanggul dilaporkan jebol di tiga titik, menyebabkan air meluap dan merendam permukiman di sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Guntur, Wonosalam, Karangtengah, dan Kebonagung.


    Sebanyak 5.148 jiwa terdampak, dengan 2.867 jiwa di antaranya sempat mengungsi. Hingga kini, jumlah pengungsi tersisa 12 jiwa di Madin Sindon. 


    Meski sebagian wilayah sudah surut, satu titik tanggul yang belum sepenuhnya tertutup sempat kembali melimpas dan menggenangi Dukuh Solondoko. Perbaikan darurat pun langsung dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan air.


    Taj Yasin menegaskan, pemerintah tidak ingin kejadian serupa terus berulang. Karena itu, selain percepatan rehabilitasi rumah warga, pembenahan sistem pengendalian banjir akan menjadi fokus utama ke depan.


    “Yang paling utama adalah memastikan banjir ini tidak terjadi lagi. Itu yang sedang kita siapkan penanganannya secara menyeluruh,” pungkasnya.(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler