• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Dari Nol ke Pengusaha, Alumni Rohmaniyyah Kupas Rahasia Kesuksesan

    LIPUTAN KUDUS 2
    4/06/26, 16:28 WIB Last Updated 2026-04-06T09:30:08Z

    Liputankudus.id. DEMAK – Suasana hangat dan penuh inspirasi mewarnai kegiatan halalbihalal alumni MA Rohmaniyyah Menur, Mranggen, Demak yang digelar di sebuah rumah makan di kawasan Genuk, Semarang. Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah berbagi pengalaman dan motivasi antaralumni yang telah meniti berbagai bidang usaha.


    ‎Salah satu alumni yang turut berbagi kisah inspiratif adalah Sodiqin, seorang pengusaha di bidang transportasi logistik. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan dua kunci utama menuju kesuksesan, yakni forward thinking (berpikir ke depan) dan action oriented (berorientasi pada tindakan).

    ‎Menurut Sodiqin, kemampuan berpikir ke depan menjadi fondasi penting bagi seseorang untuk berkembang. Ia menekankan bahwa kehidupan hanya 10 persen ditentukan oleh apa yang terjadi, sedangkan 90 persen lainnya bergantung pada bagaimana seseorang menyikapinya. Pola pikir visioner, kata dia, membuat seseorang mampu melihat peluang di balik keterbatasan.

    ‎Ia mencontohkan bagaimana seorang tokoh pengembang mampu mengubah kawasan yang sebelumnya tidak bernilai menjadi kawasan bernilai tinggi. Dari situ, Sodiqin menegaskan bahwa orang sukses adalah mereka yang mampu melihat masa depan jauh melampaui kondisi saat ini.

    ‎Namun, menurutnya, berpikir saja tidak cukup. Kunci kedua adalah bertindak nyata. Ia mengaku bahwa pada masa mudanya, ia tidak memiliki banyak sumber daya, baik dari segi finansial maupun relasi. Oleh karena itu, ia memilih untuk terus bergerak, mencari peluang, serta belajar dari berbagai pengalaman.

    ‎“Kalau hanya berpikir tanpa bergerak, kita tidak akan ke mana-mana. Dengan bertindak, kita membuka peluang dan memperluas jaringan,” ujarnya.


    ‎Ia juga mengutip filosofi pengusaha legendaris yang menyebutkan bahwa untuk sukses, “otak harus di dengkul”, yang dimaknai sebagai dorongan untuk terus bergerak dan tidak hanya terpaku pada perencanaan.

    ‎Perjalanan Sodiqin hingga menjadi pengusaha tidaklah mudah. Ia memulai dari kondisi tanpa modal dan jaringan yang memadai. Namun, dengan tekad dan kerja keras, ia berhasil membangun usaha di bidang suplai bahan baku pupuk hingga jasa transportasi logistik, serta menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar.

    ‎Sementara itu, alumni lainnya, Supriyadi yang kini menekuni usaha makanan ringan, turut berbagi pengalaman jatuh bangun dalam merintis usaha. Ia mengaku pernah menjalani pekerjaan berat dengan segala keterbatasan, namun tetap optimistis menjadikannya sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.

    ‎Supriyadi menekankan pentingnya perencanaan dalam memulai usaha. Ia menyebutkan bahwa langkah awal yang perlu dipersiapkan adalah tempat usaha, sarana pendukung, serta strategi pemasaran yang matang. Selain itu, kemampuan mengorganisasi dan menjalankan rencana secara konsisten juga menjadi faktor penting.

    ‎“Fokus adalah kunci. Jangan mudah berpindah usaha sebelum yang dijalankan benar-benar berkembang,” katanya.

    ‎Ia juga menambahkan bahwa pengusaha harus mampu melakukan evaluasi dan pengendalian terhadap usaha yang dijalankan, termasuk memahami kondisi pasar dan perubahan yang terjadi.

    ‎Kegiatan halalbihalal ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan alumni, khususnya generasi muda yang tengah merintis karier dan usaha. 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    KRIMINAL

    +