Liputankudus.id. KUDUS – Sebanyak 7.795 siswa dari 54 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kudus secara serentak melaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) perdana pada Senin, 6 April 2026. Ujian yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini diproyeksikan sebagai instrumen penting dalam pemetaan kemampuan siswa sekaligus syarat pendukung dalam seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.
Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengonfirmasi bahwa seluruh sekolah di bawah naungannya terlibat aktif. “Seluruh SMP di Kabupaten Kudus ikut semua, ada 27 SMP negeri dan 27 SMP swasta,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan tes.
Di SMP 2 Gebog, persiapan pelaksanaan TKA dilakukan secara matang. Kepala SMP 2 Gebog, Ahadi Setiawan, menyampaikan bahwa seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 287 peserta mengikuti TKA dengan tingkat keikutsertaan 100 persen.
Sekolah menyiapkan tiga ruang komputer dengan total 48 unit perangkat untuk menunjang ujian berbasis digital tersebut.
Pelaksanaan TKA di sekolah ini dibagi menjadi dua gelombang setiap harinya, yakni pukul 07.00, 09.15, dan 11.30 WIB, selama empat hari. Khusus hari Senin dan Selasa dilaksanakan dua gelombang, kemudian dilanjutkan pada Rabu dan Kamis.
“Pelaksanaan siap, semua siswa ikut 100 persen,” ujar Ahadi.
Ia menjelaskan, TKA menjadi penting karena dapat menjadi salah satu syarat dalam mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di jenjang berikutnya, khususnya sebagai pendamping nilai bagi siswa yang menempuh jalur prestasi.
Untuk mendukung kelancaran, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari penguatan jaringan internet dengan penambahan bandwidth hingga antisipasi gangguan listrik. Selain itu, siswa juga dibekali latihan melalui tryout yang diselenggarakan oleh sekolah, Dinas, serta lembaga bimbingan belajar.
“Latihan sudah tiga kali, dari Dinas satu kali, kemudian dari Ganesha Operation dan Airlangga. Ini menjadi bekal bagi siswa,” tambahnya.
Materi yang diujikan dalam TKA meliputi penguatan literasi dan numerasi, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Untuk menjaga integritas ujian, pelaksanaan diawasi secara silang dengan melibatkan pengawas dari SMP lain, serta menggunakan sistem berbasis pusat dengan login dan password per siswa.Meskipun TKA bersifat tidak diwajibkan secara absolut, para kepala sekolah menekankan pentingnya nilai tes ini. Kepala SMP Negeri 1 Jati, Sumaryatun, mengungkapkan bahwa hasil TKA merupakan modal berharga bagi siswa, terutama yang ingin menempuh jalur prestasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mendatang.
“Di wilayah Jati tidak ada SMA, jadi kami menekankan agar anak-anak mengejar nilai bagus supaya bisa mendaftar lewat jalur prestasi. Jika mengandalkan zonasi atau domisili, posisi kita kurang menguntungkan dibandingkan sekolah yang lokasinya lebih dekat dengan SMA,” terang Sumaryatun.
Di SMP 1 Jati, sebanyak 268 peserta juga hadir 100 persen. Pihak sekolah juga telah memberikan bekal berupa tambahan jam pelajaran untuk materi Literasi (Bahasa Indonesia) dan Numerasi (Matematika), serta melakukan empat kali simulasi (tryout) bekerja sama dengan lembaga eksternal seperti GO dan Airlangga.
Fokus utama ujian hari ini terletak pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, yang didahului dengan survei karakter serta lingkungan belajar. Sistem ujian didesain mandiri sehingga siswa tidak memungkinkan untuk bekerja sama.
Pelaksanaan TKA di Kabupaten Kudus dijadwalkan akan terus berlangsung hingga Kamis mendatang, dengan harapan hasil evaluasi ini mampu meningkatkan standar literasi dan numerasi siswa di tingkat daerah maupun nasional.



