KUDUS. liputankudus.id. – Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan DPC Lindu Aji Kolocokro Kudus melalui kegiatan sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Balai Jagong, Kabupaten Kudus.
Ketua DPC Lindu Aji Kolocokro Kudus, Suhadi, mengatakan para PKL menjadi sasaran penerima bantuan karena mereka merupakan kelompok masyarakat yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas berdagang.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 300 paket sembako dibagikan kepada para PKL. Setiap paket berisi kebutuhan pokok berupa beras 2,5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, serta mi instan.
Proses pendataan penerima dilakukan sebelum pembagian sembako dibagikan kupon kepada para pedagang. Setiap PKL mendapatkan satu kupon sebagai tanda penerima bantuan.
"Pedagang PKL diberi kupon, satu orang satu PKL," demikian keterangan Suhadi terkait mekanisme pembagian bantuan tersebut.
Suhadi menjelaskan, Jumat Berkah dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat. Lokasi kegiatan juga dapat berpindah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran.
Bantuan sembako ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para PKL, khususnya di tengah berbagai kebutuhan hidup yang terus berjalan.
Selain membantu para pedagang, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kepedulian sosial DPC Lindu Aji Kolocokro Kudus terhadap masyarakat.
Ke depan, kegiatan sosial serupa diharapkan dapat terus dilakukan dan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat yang membutuhkan. Tidak hanya dalam bentuk pembagian sembako, keberadaan organisasi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Kudus.
Melalui program Jumat Berkah dan berbagai agenda sosial lainnya, Lindu Aji Kudus berupaya menjadikan kegiatan kemasyarakatan sebagai bagian dari gerakan organisasi yang berkelanjutan
Kegiatan sosial tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Lindu Aji Kolocokro untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.



