DEMAK. liputankudus.id. – Haul Syekh Abdul Qodir Al-Jailani digelar di Pendopo Kabupaten Demak, Jumat malam (2/10/2026). Kegiatan yang diisi pembacaan manaqib dan Maulidur Rasul tersebut diikuti sekitar 500 jamaah dari berbagai daerah.
Kegiatan yang diinisiasi Forum Santri Karangawen (FKSAK) itu menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, kecintaan kepada ulama, serta mendorong jamaah menjaga nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Mauidhoh Hasanah disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Huda, KH Zainal Arifin Ma'shum. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan lima sifat yang dapat menjadi teladan dari karakter masa kecil dan dikaitkan dengan sifat yang melekat pada seorang wali.
Pertama, menjaga kemurnian hati dengan tidak menyimpan dendam, kebencian maupun iri hati kepada sesama. Kedua, memiliki ketawakalan dalam urusan rezeki dengan tetap meyakini bahwa Allah SWT memberikan jaminan rezeki kepada setiap hamba-Nya.
Ketiga, tidak terikat secara berlebihan terhadap harta dan jabatan. Menurutnya, kehidupan dunia tidak seharusnya membuat seseorang menjadi rakus terhadap kemewahan, popularitas maupun kekuasaan.
"Keempat, memiliki kepolosan dan kejujuran dalam perilaku tanpa kepura-puraan. Kelima, mempunyai hati yang lembut, mudah tersentuh oleh ayat-ayat Allah SWT serta memiliki rasa takut dan rindu kepada Sang Pencipta," bebernya.
Sementara itu, Ketua panitia yang juga Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin, mengatakan jumlah jamaah mengalami peningkatan dibandingkan kegiatan sebelumnya.
“Kalau kemarin Hasanatain 1 sampai 30 dengan gambaran yang hadir 300, sekarang sampai 500,” ujarnya.
Ia menyebut jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Demak. Sejumlah peserta datang dari luar daerah, di antaranya Jakarta, Jawa Timur dan Jambi.
Menurutnya, perkembangan jumlah jamaah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi dan keberadaan Jam'iyyah Hasanatain. Ia juga mengajak para santri serta masyarakat menjaga kerukunan dan soliditas dalam menjalankan kegiatan keagamaan.
Badruddin berharap doa dan dukungan para jamaah turut mengiringi Pemerintah Kabupaten Demak dalam menjalankan amanah serta membangun daerah. Ia juga mengajak masyarakat menjaga nilai-nilai yang diwariskan para Wali Songo di Kabupaten Demak.
Sedangkan Bupati Demak Eisti'anah mengapresiasi pelaksanaan haul tersebut. Menurutnya, kehadiran para ulama, santri dan jamaah menjadi semangat bagi pemerintah daerah dalam menjalankan amanah kepada masyarakat.
Ia juga meminta doa dan dukungan agar pemerintah daerah diberikan kemudahan serta petunjuk dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Dengan ikhtiar dan doa, insyaallah selalu mendapat pertolongan dari Allah SWT,” kata Eisti'anah.
Sementara itu, Jam'iyyah Hasanatain 4, Sodikin mengapresiasi antusiasme jamaah yang terus berkembang. Ia menilai kegiatan haul menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi keagamaan di tengah masyarakat.
“Kami bersyukur kegiatan ini dapat mempertemukan jamaah dari berbagai daerah. Semoga kebersamaan ini terus terjaga, semakin banyak masyarakat yang ikut dalam kegiatan positif, dan nilai-nilai keteladanan dari para ulama dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sodikin.
Sodikin juga berharap keberadaan Jam'iyyah Hasanatain dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, kebersamaan jamaah menjadi modal penting untuk menjaga kerukunan dan memperkuat kepedulian sosial.
Haul ditutup dengan rangkaian pembacaan manaqib dan Maulidur Rasul. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi, menumbuhkan keteladanan, serta menjaga nilai-nilai keagamaan dan tradisi yang berkembang di tengah masyarakat Demak.



