KUDUS. liputankudus id. – Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton menghadiri kegiatan Senin Sapa Desa bersama Mutiara Desa yang digelar di Balai Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Senin (14/9/2026).
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Jaringan Perempuan Kudus (JPK) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Forum ini menjadi salah satu ruang untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dengan berbagai pihak, sekaligus mendorong peningkatan pemahaman warga mengenai literasi keuangan.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Bellinda menyampaikan bahwa Mutiara Desa diproyeksikan sebagai forum komunikasi masyarakat yang tidak hanya menjadi wadah untuk menyerap aspirasi warga, tetapi juga memberikan edukasi yang dibutuhkan masyarakat, terutama terkait literasi keuangan.
Menurut Bellinda, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemandirian masyarakat desa. Dengan pengetahuan yang memadai, masyarakat diharapkan dapat lebih cermat dalam menentukan pilihan dan mengelola berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui Mutiara Desa, kita ingin masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendapatkan edukasi yang bermanfaat, khususnya terkait literasi keuangan,” ujar Bellinda.
Ia menambahkan, edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teori. Masyarakat desa perlu memiliki kemampuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam mengambil keputusan, baik dalam mengelola keuangan keluarga maupun menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.
“Tujuannya agar masyarakat desa semakin mandiri dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi tantangan sosial maupun ekonomi,” imbuhnya.
Bellinda menilai, penguatan literasi keuangan di tingkat desa menjadi langkah penting karena masyarakat semakin dihadapkan pada beragam pilihan dan risiko dalam aktivitas ekonomi. Karena itu, edukasi dan komunikasi yang mudah dipahami masyarakat perlu terus diperkuat.
Melalui kegiatan Senin Sapa Desa bersama Mutiara Desa, pemerintah daerah berharap terbangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Aspirasi yang muncul dari desa diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam menentukan langkah dan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan warga.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat desa agar semakin aktif, mandiri, dan memiliki bekal pengetahuan dalam menghadapi dinamika sosial maupun ekonomi.



