• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    TPR Colo Segera Dipindah Pemkab Kudus Siapkan Dua Pos Sementara

    Noer
    9/10/26, 11:13 WIB Last Updated 2026-09-10T04:55:43Z

     

    Ruas jalan colo yang Januari lalu longsor, saat ini sedang dalam proses per

    baikan oleh PUPR Propinsi Jawa Tengah. (Foto: Noer)

    KUDUS, liputankudus.id -- Pemerintah Kabupaten Kudus segera memindahkan sementara pos Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Colo menyusul pekerjaan penanganan infrastruktur yang terdampak longsor di kawasan Colo, Kecamatan Dawe.

     

    Pemindahan TPR dilakukan untuk memberikan ruang bagi mobilisasi dan manuver alat berat selama pekerjaan berlangsung. Keberadaan pos TPR di jalur tersebut dikhawatirkan menghambat pekerjaan sekaligus arus kendaraan, mengingat ruas tersebut merupakan akses utama menuju Desa Colo dan kawasan wisata religi Makam Sunan Muria.

     

    Penanganan infrastruktur terdampak longsor tersebut meliputi tiga item pekerjaan, yakni talud, ruas jalan, dan jembatan.

     

    Longsor terjadi di ruas jalan sisi barat portal pintu masuk kawasan Colo pada Jumat (9/1/2026) malam. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut membuat struktur tanah di sekitar tebing jalan labil hingga menyebabkan bagian bawah jalan ambles.

     

    Dua kendaraan, yakni Suzuki Ertiga dan truk tangki Isuzu Elf, ikut terperosok ke jurang sedalam sekitar 20 meter. Kedua pengemudi mengalami luka ringan dan berhasil dievakuasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

     

    Saat ini, penanganan talud, ruas jalan, dan jembatan yang terdampak masih berlangsung. Pekerjaan tersebut dilaksanakan CV Tri Jasa Tehnik.

     

    Rio Sanjaya, pelaksana, mengatakan, pengerjaan proyek tersebut memiliki sejumlah kendala di lapangan. Salah satu kendala utama adalah adanya perubahan desain atau redesign, khususnya pada struktur abutment jembatan.


     

    “Kalau untuk kendala utama, ada redesign, khususnya penambahan struktur abutment jembatan. Di desain awal itu belum ada, sekarang menjadi ada,” kata Rio.

     

    Selain perubahan desain, kendala lainnya berkaitan dengan keberadaan pos portal retribusi milik Pemkab Kudus yang berada di jalur pekerjaan.

     

    “Yang kedua, diperlukan pembongkaran pos portal retribusi milik Pemkab Kudus agar tidak terjadi kemacetan. Intensitas lalu lalang alat berat sangat tinggi, sehingga pos tersebut perlu dibongkar supaya mobilisasi alat berat bisa lebih leluasa dan tidak mengganggu arus kendaraan,” ujarnya.

     

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Eko Djumartono mengatakan, Pemkab Kudus telah melakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), meliputi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, PUPR, serta Dinas Perhubungan, untuk segera menentukan lokasi TPR sementara.

     

    “Sudah kami koordinasikan lintas OPD. Lokasi TPR sementara sudah ditentukan lokasinya agar tidak mengganggu pekerjaan perbaikan,” kata Eko.

     

    Menurutnya, lokasi TPR akan digeser lebih ke atas dan tidak ditempatkan pada jalur sebelum titik pekerjaan.

     

    “Jangan sampai pos berada di jalur sebelum titik perbaikan karena akan mengganggu pekerjaan dan arus lalu lintas,” ujarnya.

     

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Abdul Halil mengatakan, pihaknya menyiapkan dua pos TPR sementara. Satu pos ditempatkan di dalam Terminal Colo untuk melayani bus wisatawan dan peziarah, sedangkan pos lainnya berada di depan terminal untuk kendaraan pribadi dan sepeda motor.

     

    “Untuk bus kami tempatkan di dalam terminal. Sementara kendaraan pribadi dan sepeda motor dilayani di pos yang berada di depan terminal,” kata Halil.

     

    Pemindahan TPR tersebut diperkirakan berdampak terhadap penerimaan retribusi pariwisata dari kawasan Colo. Namun, Pemkab Kudus menilai kondisi tersebut menjadi konsekuensi selama proses penanganan infrastruktur berlangsung.

     

    “Memang ada kemungkinan pendapatan retribusi dari Colo menurun. Tetapi ini konsekuensi demi kelancaran perbaikan sarana dan prasarana serta kenyamanan masyarakat yang naik maupun turun dari kawasan Muria,” ujar Halil.

     

    Sebagai konteks, penanganan longsor di kawasan Colo dilakukan untuk memulihkan akses menuju kawasan wisata religi Sunan Muria sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler