| Timnas Putri Indonesia U-16 Garuda Pertiwi bantai tim Saudiri Arabia dengan skor telak 7-0 pada laga pembuka Caffino Srikandi Merdeka Cup. (Foto: Dok Panpel) |
KUDUS, liputankudus.id – Timnas Putri Indonesia U-16
Garuda Pertiwi mengawali kiprahnya di Caffino Srikandi Merdeka Cup dengan
kemenangan meyakinkan. Tampil dominan, Garuda Pertiwi membungkam Arab Saudi 7-0
dalam laga Grup A di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat (14/8/2026).
Garuda Pertiwi langsung menekan sejak menit awal. Gol
pembuka lahir pada menit kelima melalui Keysa Arabela Manisya Nian yang
memanfaatkan umpan Fadilla dari sisi kanan.
Indonesia menggandakan keunggulan pada menit ke-22
melalui Nafeeza Ayasha Nori yang menyambar bola rebound hasil peluang Fadilla.
Dominasi Garuda Pertiwi berlanjut hingga Arab Saudi harus bermain dengan 10
pemain setelah Arwa Alrasheed diganjar kartu merah usai pelanggaran di kotak
penalti.
Jazlyn Kayla Firyal yang menjadi eksekutor sukses
menuntaskan penalti pada menit ke-37 untuk membawa Indonesia unggul 3-0. Empat
menit berselang, Jazlyn kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah
menyambar bola muntah hasil tendangan bebas Ayla Dva Khala Ahisma.
Garuda Pertiwi menutup babak pertama dengan keunggulan
4-0.
Memasuki babak kedua, Indonesia tak mengendurkan tekanan.
Shifana Rizka Nadhifa memperbesar keunggulan menjadi 5-0 melalui tendangan
penjuru pada menit ke-49.
Fadilla kemudian menambah gol keenam pada menit ke-79
setelah memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Arab Saudi. Gol ketujuh
tercipta menjelang akhir pertandingan setelah bek Arab Saudi Dima Ahmed Hegazy
gagal mengantisipasi bola hasil akselerasi Fadilla dan justru memasukkannya ke
gawang sendiri.
Kemenangan telak tersebut mengantarkan Garuda Pertiwi
meraih tiga poin sekaligus memuncaki klasemen sementara Grup A.
Pelatih Garuda Pertiwi Timo Scheunemann mengapresiasi
penampilan anak asuhnya. Menurut dia, permainan ofensif Indonesia semakin
berkembang setelah para pemain mampu mengatasi ketegangan pada babak pertama.
“Babak pertama memang masih tegang sehingga permainan
ofensif belum keluar. Tetapi secara defensif mereka sangat taktis. Babak kedua
permainan ofensif mulai terlihat. Saya apresiasi semua pemain, mereka luar
biasa,” ujar Timo.
Kapten Garuda Pertiwi Jazlyn Kayla Firyal juga bersyukur
atas kemenangan tersebut. Ia menilai hasil positif itu merupakan buah dari
kekompakan tim dan kerja keras selama masa persiapan.
“Alhamdulillah kami bisa menang. Saya juga senang bisa
menyumbang gol, tetapi kemenangan ini bukan karena saya sendiri. Ini hasil
kekompakan dan chemistry seluruh tim,” katanya.
Di pertandingan Grup A lainnya, Hong Kong, China, bermain
imbang tanpa gol melawan Malaysia. Kedua tim tampil terbuka dan saling
menciptakan peluang, tetapi tidak mampu memecah kebuntuan hingga pertandingan
berakhir.
Malaysia sempat mendapat sejumlah peluang melalui skema
bola mati, sementara Hong Kong, China memiliki kesempatan terbaik melalui Chon
Paige Jiyoon. Namun, peluang kedua tim masih membentur tiang atau gagal
dikonversi menjadi gol.
Pelatih Hong Kong, China, Chan Shuk Chi menilai
pertandingan pertama menjadi pengalaman penting bagi para pemain mudanya. Ia
mengakui tim masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan atmosfer turnamen
dan kondisi cuaca.
“Kami masih harus beradaptasi. Namun para pemain bekerja
sangat keras dan saya bangga kepada mereka. Saya yakin mereka akan terus
berkembang,” ujarnya.
Kapten Hong Kong, China, Cheung Ching Yan, juga
mengapresiasi perjuangan tim meski gagal meraih kemenangan. Ia optimistis
performa tim akan meningkat pada pertandingan berikutnya.
Sementara itu, kapten Malaysia Keisha Adeliena binti
Muhammad Khalid mengakui timnya kurang beruntung karena gagal memanfaatkan
sejumlah peluang. Ia bertekad membawa Malaysia tampil lebih baik pada laga
berikutnya menghadapi Garuda Pertiwi, Minggu (16/8).
Pelatih Malaysia Fairuz Montana bin Zainal Abidin
menyadari Garuda Pertiwi memiliki persiapan yang matang. Namun, ia menegaskan
timnya tetap optimistis menghadapi tuan rumah.
“Indonesia adalah tim yang bagus dan persiapannya lebih
matang. Namun, dalam sepak bola tidak ada yang mustahil. Kami akan memberikan
yang terbaik,” ujarnya.

