• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Garuda Pertiwi Bantai Arab Saudi 7-0 di Laga Perdana Srikandi Merdeka Cup

    Noer
    8/15/26, 10:19 WIB Last Updated 2026-08-15T03:23:27Z

     

     Timnas Putri Indonesia U-16 Garuda Pertiwi bantai tim Saudiri Arabia dengan skor telak 7-0 pada laga pembuka Caffino Srikandi Merdeka Cup. (Foto: Dok Panpel)

    KUDUS, liputankudus.id – Timnas Putri Indonesia U-16 Garuda Pertiwi mengawali kiprahnya di Caffino Srikandi Merdeka Cup dengan kemenangan meyakinkan. Tampil dominan, Garuda Pertiwi membungkam Arab Saudi 7-0 dalam laga Grup A di Supersoccer Arena, Kudus, Jumat (14/8/2026).

     

    Garuda Pertiwi langsung menekan sejak menit awal. Gol pembuka lahir pada menit kelima melalui Keysa Arabela Manisya Nian yang memanfaatkan umpan Fadilla dari sisi kanan.

     

    Indonesia menggandakan keunggulan pada menit ke-22 melalui Nafeeza Ayasha Nori yang menyambar bola rebound hasil peluang Fadilla. Dominasi Garuda Pertiwi berlanjut hingga Arab Saudi harus bermain dengan 10 pemain setelah Arwa Alrasheed diganjar kartu merah usai pelanggaran di kotak penalti.

     

    Jazlyn Kayla Firyal yang menjadi eksekutor sukses menuntaskan penalti pada menit ke-37 untuk membawa Indonesia unggul 3-0. Empat menit berselang, Jazlyn kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menyambar bola muntah hasil tendangan bebas Ayla Dva Khala Ahisma.

     

    Garuda Pertiwi menutup babak pertama dengan keunggulan 4-0.

     

    Memasuki babak kedua, Indonesia tak mengendurkan tekanan. Shifana Rizka Nadhifa memperbesar keunggulan menjadi 5-0 melalui tendangan penjuru pada menit ke-49.

     

    Fadilla kemudian menambah gol keenam pada menit ke-79 setelah memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Arab Saudi. Gol ketujuh tercipta menjelang akhir pertandingan setelah bek Arab Saudi Dima Ahmed Hegazy gagal mengantisipasi bola hasil akselerasi Fadilla dan justru memasukkannya ke gawang sendiri.

     

    Kemenangan telak tersebut mengantarkan Garuda Pertiwi meraih tiga poin sekaligus memuncaki klasemen sementara Grup A.

     

    Pelatih Garuda Pertiwi Timo Scheunemann mengapresiasi penampilan anak asuhnya. Menurut dia, permainan ofensif Indonesia semakin berkembang setelah para pemain mampu mengatasi ketegangan pada babak pertama.

     

    “Babak pertama memang masih tegang sehingga permainan ofensif belum keluar. Tetapi secara defensif mereka sangat taktis. Babak kedua permainan ofensif mulai terlihat. Saya apresiasi semua pemain, mereka luar biasa,” ujar Timo.

     

    Kapten Garuda Pertiwi Jazlyn Kayla Firyal juga bersyukur atas kemenangan tersebut. Ia menilai hasil positif itu merupakan buah dari kekompakan tim dan kerja keras selama masa persiapan.

     

    “Alhamdulillah kami bisa menang. Saya juga senang bisa menyumbang gol, tetapi kemenangan ini bukan karena saya sendiri. Ini hasil kekompakan dan chemistry seluruh tim,” katanya.

     


    Di pertandingan Grup A lainnya, Hong Kong, China, bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia. Kedua tim tampil terbuka dan saling menciptakan peluang, tetapi tidak mampu memecah kebuntuan hingga pertandingan berakhir.

     

    Malaysia sempat mendapat sejumlah peluang melalui skema bola mati, sementara Hong Kong, China memiliki kesempatan terbaik melalui Chon Paige Jiyoon. Namun, peluang kedua tim masih membentur tiang atau gagal dikonversi menjadi gol.

     

    Pelatih Hong Kong, China, Chan Shuk Chi menilai pertandingan pertama menjadi pengalaman penting bagi para pemain mudanya. Ia mengakui tim masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan atmosfer turnamen dan kondisi cuaca.

     

    “Kami masih harus beradaptasi. Namun para pemain bekerja sangat keras dan saya bangga kepada mereka. Saya yakin mereka akan terus berkembang,” ujarnya.

     

    Kapten Hong Kong, China, Cheung Ching Yan, juga mengapresiasi perjuangan tim meski gagal meraih kemenangan. Ia optimistis performa tim akan meningkat pada pertandingan berikutnya.

     

    Sementara itu, kapten Malaysia Keisha Adeliena binti Muhammad Khalid mengakui timnya kurang beruntung karena gagal memanfaatkan sejumlah peluang. Ia bertekad membawa Malaysia tampil lebih baik pada laga berikutnya menghadapi Garuda Pertiwi, Minggu (16/8).

     

    Pelatih Malaysia Fairuz Montana bin Zainal Abidin menyadari Garuda Pertiwi memiliki persiapan yang matang. Namun, ia menegaskan timnya tetap optimistis menghadapi tuan rumah.

     

    “Indonesia adalah tim yang bagus dan persiapannya lebih matang. Namun, dalam sepak bola tidak ada yang mustahil. Kami akan memberikan yang terbaik,” ujarnya.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler