![]() |
| Jalan Wahid Hasyim menjadi salah satu lokasi prioritas penanganan drainase karena kondisi saluran yang ada belum mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi. (Foto: Noer*) |
KUDUS, liputankudus.id – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membangun drainase di ruas Jalan Wahid Hasyim hingga Jalan DR. Wahidin sebagai upaya mengurangi genangan yang kerap terjadi di kawasan tersebut saat hujan dengan intensitas tinggi.
Pembangunan saluran sepanjang sekitar 480 meter itu
menggunakan konstruksi u-ditch berukuran 60–80 sentimeter dan box culvert
dengan nilai pekerjaan sekitar Rp2,2 miliar. Saluran tersebut dirancang untuk
meningkatkan kapasitas aliran air menuju Sungai Gelis.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus Harry Wibowo mengatakan
Jalan Wahid Hasyim menjadi salah satu lokasi prioritas penanganan drainase
karena kondisi saluran yang ada belum mampu menampung debit air saat curah
hujan tinggi.
"Kami ingin mengurangi genangan di sepanjang Jalan
Wahid Hasyim, khususnya mulai Gang 4 hingga ke arah barat. Dengan saluran yang
lebih besar, debit air dapat mengalir lebih optimal menuju Sungai Gelis
sehingga genangan di kawasan Jalan Ahmad Yani juga diharapkan berkurang,"
katanya saat meninjau lokasi pekerjaan, Selasa (14/7).
Menurut dia, pembangunan dilakukan mulai dari bagian
hilir agar aliran air dapat langsung terhubung dengan saluran pembuangan yang
ada. Selanjutnya, pekerjaan dilanjutkan hingga seluruh jaringan drainase
tersambung.
Proyek yang dimulai pada 30 Juni 2026 itu ditargetkan
selesai dalam waktu 120 hari.
Selama proses pembangunan berlangsung, sebagian badan
jalan digunakan untuk kegiatan konstruksi sehingga terjadi penyempitan ruas
jalan. Masyarakat diimbau berhati-hati saat melintas serta menyesuaikan waktu perjalanan
untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas.
"Kami mohon pengertian masyarakat karena selama
pekerjaan berlangsung akan ada penyempitan ruas jalan. Kami juga berharap
pengguna jalan dapat menyesuaikan perjalanannya," ujarnya.
Pembangunan drainase di Jalan Wahid Hasyim merupakan
bagian dari program penanganan drainase di sekitar 30 titik di Kabupaten Kudus
pada 2026. Selain di lokasi tersebut, PUPR juga mengerjakan pembangunan
drainase di Jalan Ali Mahmudi, sedangkan sejumlah ruas lain, termasuk kawasan
Universitas Muria Kudus (UMK), dijadwalkan memasuki tahap pelaksanaan.
Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten
Kudus mengalokasikan anggaran hampir Rp10 miliar. Sekitar Rp7 miliar di
antaranya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT),
sedangkan sisanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Harry mengatakan hingga pertengahan Juli 2026 sekitar 60
persen paket pekerjaan drainase telah memasuki tahap kontrak maupun pelaksanaan.
Sementara itu, paket lainnya masih dalam proses pengadaan melalui sistem
E-Katalog versi 6.
Menurut dia, pembangunan drainase merupakan salah satu
upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas sistem drainase perkotaan
sehingga tinggi genangan maupun lama genangan saat hujan dapat dikurangi.
"Yang menjadi target adalah mengurangi tinggi
genangan dan mempercepat air surut sehingga aktivitas masyarakat tidak
terganggu terlalu lama," katanya.


