• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    PUPR Kudus Bangun Drainase Jalan Wahid Hasyim untuk Kurangi Genangan

    Noer
    7/15/26, 12:27 WIB Last Updated 2026-07-15T05:27:11Z

     

    Jalan Wahid Hasyim menjadi salah satu lokasi prioritas penanganan drainase karena kondisi saluran yang ada belum mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi. (Foto: Noer*)

    KUDUS, liputankudus.id  – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membangun drainase di ruas Jalan Wahid Hasyim hingga Jalan DR. Wahidin sebagai upaya mengurangi genangan yang kerap terjadi di kawasan tersebut saat hujan dengan intensitas tinggi.

     

    Pembangunan saluran sepanjang sekitar 480 meter itu menggunakan konstruksi u-ditch berukuran 60–80 sentimeter dan box culvert dengan nilai pekerjaan sekitar Rp2,2 miliar. Saluran tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas aliran air menuju Sungai Gelis.

     

    Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus Harry Wibowo mengatakan Jalan Wahid Hasyim menjadi salah satu lokasi prioritas penanganan drainase karena kondisi saluran yang ada belum mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi.

     

    "Kami ingin mengurangi genangan di sepanjang Jalan Wahid Hasyim, khususnya mulai Gang 4 hingga ke arah barat. Dengan saluran yang lebih besar, debit air dapat mengalir lebih optimal menuju Sungai Gelis sehingga genangan di kawasan Jalan Ahmad Yani juga diharapkan berkurang," katanya saat meninjau lokasi pekerjaan, Selasa (14/7).

     

    Menurut dia, pembangunan dilakukan mulai dari bagian hilir agar aliran air dapat langsung terhubung dengan saluran pembuangan yang ada. Selanjutnya, pekerjaan dilanjutkan hingga seluruh jaringan drainase tersambung.

     

    Proyek yang dimulai pada 30 Juni 2026 itu ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari.

     

    Selama proses pembangunan berlangsung, sebagian badan jalan digunakan untuk kegiatan konstruksi sehingga terjadi penyempitan ruas jalan. Masyarakat diimbau berhati-hati saat melintas serta menyesuaikan waktu perjalanan untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas.

     

    "Kami mohon pengertian masyarakat karena selama pekerjaan berlangsung akan ada penyempitan ruas jalan. Kami juga berharap pengguna jalan dapat menyesuaikan perjalanannya," ujarnya.

     

    Pembangunan drainase di Jalan Wahid Hasyim merupakan bagian dari program penanganan drainase di sekitar 30 titik di Kabupaten Kudus pada 2026. Selain di lokasi tersebut, PUPR juga mengerjakan pembangunan drainase di Jalan Ali Mahmudi, sedangkan sejumlah ruas lain, termasuk kawasan Universitas Muria Kudus (UMK), dijadwalkan memasuki tahap pelaksanaan.

     

    Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus mengalokasikan anggaran hampir Rp10 miliar. Sekitar Rp7 miliar di antaranya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), sedangkan sisanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

     

    Harry mengatakan hingga pertengahan Juli 2026 sekitar 60 persen paket pekerjaan drainase telah memasuki tahap kontrak maupun pelaksanaan. Sementara itu, paket lainnya masih dalam proses pengadaan melalui sistem E-Katalog versi 6.

     

    Menurut dia, pembangunan drainase merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas sistem drainase perkotaan sehingga tinggi genangan maupun lama genangan saat hujan dapat dikurangi.

     

    "Yang menjadi target adalah mengurangi tinggi genangan dan mempercepat air surut sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama," katanya.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler