Liputankudus.id. KUDUS – Posyandu kini tidak lagi identik sebagai tempat penimbangan balita. Seperti yang diterapkan Posyandu Pisang di Dukuh Krasak, Desa Tumpang Krasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, pelayanan kesehatan kini diperluas untuk seluruh kelompok usia, mulai dari balita, anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lansia.
Posyandu yang digelar setiap Jumat terakhir setiap bulan ini menjadi bagian dari transformasi layanan kesehatan primer yang bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ketua Posyandu Pisang, Rikya Fariyya, mengatakan masyarakat yang datang tidak hanya berasal dari Dukuh Krasak, tetapi juga warga dari desa sekitar yang ingin memanfaatkan layanan kesehatan.
"Sekarang Posyandu tidak hanya untuk balita. Anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lansia juga bisa memanfaatkan layanan kesehatan di sini. Kami terbuka untuk warga sekitar maupun warga dari desa tetangga yang ingin memeriksakan kesehatannya," ujar Rikya.
Pelayanan yang diberikan cukup beragam. Untuk balita dilakukan penimbangan berat badan, pemantauan tumbuh kembang serta pemeriksaan kesehatan. Sementara bagi lansia tersedia pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, pemeriksaan asam urat, hingga konsultasi kesehatan bersama tenaga medis dari Puskesmas Ngembal Kulon.
Bidan Desa Tumpang Krasak dari Puskesmas Ngembal Kulon, Sri Wahyuni, mengatakan perluasan layanan Posyandu bertujuan agar masyarakat dapat mendeteksi risiko penyakit lebih dini tanpa harus menunggu sakit.
"Melalui Posyandu, masyarakat bisa memeriksakan tekanan darah, gula darah maupun asam urat sekaligus berkonsultasi mengenai kondisi kesehatannya. Harapannya penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya juga lebih cepat," jelasnya.
Selain pelayanan kesehatan, setiap Posyandu dibuka juga dilakukan pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi bayi, balita dan ibu hamil. Program tersebut dilaksanakan setiap bulan sebagai upaya memenuhi kebutuhan gizi, mendukung tumbuh kembang anak serta membantu pencegahan stunting.
Untuk mengikuti kegiatan Posyandu, masyarakat cukup membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan KTP. Khusus balita diminta membawa Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Salah seorang warga yang rutin memanfaatkan layanan Posyandu, Sri Rahadi, 69 tahun, warga RT 03 RW 07 Dukuh Krasak, mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan yang rutin digelar setiap bulan. Selama ini ia memanfaatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan asam urat karena memiliki riwayat hipertensi.
"Saya hampir setiap Posyandu datang untuk cek tensi, gula darah dan asam urat. Jadi kondisi kesehatan bisa terus dipantau tanpa harus jauh-jauh ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, atau klinik. Kalau ada keluhan juga bisa langsung konsultasi dengan bidan," ungkapnya.
Dengan semakin luasnya cakupan pelayanan, Posyandu diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh kelompok usia, sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah pencegahan penyakit.



