• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Musda Dekopinda Kudus Dorong Koperasi Naik Kelas dan Berbasis Digital

    LIPUTAN KUDUS 2
    5/21/26, 13:57 WIB Last Updated 2026-05-21T07:01:22Z




    Liputankudus.id.Kudus — Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kudus menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Aula Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kudus, Kamis (21/5/2026). Forum tersebut menjadi agenda penting untuk memilih ketua definitif Dekopinda Kudus masa bakti 2026–2031 sekaligus menyusun arah penguatan gerakan koperasi di daerah.


    Musda dibuka Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Tengah, Sri Hartini. Ia berharap forum itu melahirkan pemimpin yang mampu merangkul seluruh gerakan koperasi di Kudus serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.


    “Harapannya Musda ini dapat menghasilkan pemimpin yang mampu memfasilitasi seluruh koperasi di Kudus dan bersinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.


    Hartini menegaskan, Dekopinda memiliki peran strategis dalam pembinaan dan pelatihan koperasi. Penguatan sumber daya manusia, menurutnya, menjadi kunci agar koperasi mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.


    Ia juga menyoroti masih banyaknya koperasi yang mati suri. Kondisi itu dinilai menjadi pekerjaan rumah bersama, baik bagi pemerintah maupun gerakan koperasi, karena koperasi sejatinya berfungsi menggerakkan ekonomi masyarakat kecil.


    “Banyak koperasi yang mati suri. Ini menjadi tanggung jawab bersama karena tujuan koperasi sebenarnya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat bawah,” katanya.


    Selain itu, Hartini mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dikembangkan menjadi koperasi modern berbasis digital. Digitalisasi dinilai penting agar koperasi lebih adaptif, profesional, dan mampu meningkatkan pelayanan kepada anggota.


    “Ke depan koperasi merah putih harus didorong menjadi koperasi modern, salah satunya melalui digitalisasi,” ungkapnya.


    Ia juga menekankan pentingnya integritas dan kemampuan manajerial pengelola koperasi agar lembaga tersebut tumbuh sehat dan dipercaya masyarakat.


    “Pengelola koperasi syaratnya harus jujur dan pintar,” tegasnya.


    Menurut Hartini, saat ini terdapat sekitar 8 ribu koperasi di Jawa Tengah yang aktif maupun masih dalam pembinaan. Karena itu, keberadaan Dekopinda dinilai penting untuk memperkuat kelembagaan koperasi hingga tingkat daerah.


    Sementara itu, Plt Ketua Dekopinda Kudus, Ali Ismanto, menyebut Musda menjadi momentum regenerasi kepengurusan gerakan koperasi di Kabupaten Kudus. Pemilihan ketua baru dilakukan karena ketua sebelumnya telah menjabat dua periode dan tidak dapat kembali mencalonkan diri sesuai aturan organisasi.


    “Musda ini menjadi agenda penting untuk memilih ketua definitif periode 2026–2031 sekaligus melakukan regenerasi kepengurusan koperasi di Kudus,” ujarnya.


    Selain pemilihan ketua, Musda juga membahas laporan organisasi dan penyusunan program kerja lima tahun ke depan yang difokuskan pada penguatan kelembagaan serta peningkatan kualitas gerakan koperasi di Kudus.


    Saat ini Dekopinda Kudus menaungi lebih dari 600 koperasi, mulai koperasi primer, koperasi sekunder, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Adapun peserta Musda yang hadir sekitar 100 orang perwakilan unsur koperasi.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler