Liputankudus.id. Kudus — Warga Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, memilih bergerak bersama menghadapi banjir tahunan yang kerap melumpuhkan akses desa. Secara swadaya, warga melakukan pengurukan jalan lingkungan yang kerap terendam, sebagai solusi darurat agar aktivitas harian tetap berjalan.
Pengurukan dilakukan di jalur terendah wilayah tersebut, yang selama ini menjadi titik genangan paling parah saat hujan deras. Jalan yang diperbaiki memiliki panjang hampir 1,5 kilometer, dengan fokus penanganan pada segmen terdalam sepanjang sekitar 350 meter. Warga menargetkan ketinggian urukan mencapai 80 sentimeter agar jalan tetap bisa dilalui saat debit air meningkat.
Salah satu warga Dukuh Krajan Siswoyo mengatakan pengurukan sudah berjalan sekitar delapan hari terakhir. Bahan yang digunakan berupa padas putih yang dikumpulkan secara gotong royong.
“Setiap satu orang membantu sekitar lima dam truk padas. Total sementara sudah 115 dam. Ini murni swadaya masyarakat, ada yang menyumbang material, ada juga yang membantu uang sekitar Rp 500 ribu,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah tersebut memang rawan banjir karena berada di dataran rendah. Saat air naik, sebagian warga bahkan terpaksa mengungsi. Kondisi itulah yang mendorong warga RT 1 dan RT 3 sepakat melakukan pengurukan bersama, tanpa menunggu bantuan datang.
“Kami ingin jalan ini bisa dilewati meski banjir. Minimal motor dan pejalan kaki tetap bisa lewat,” tambahnya.
Pengurukan jalan itu juga telah mendapatkan izin dari pemerintah desa. Menanggapi hal itu, Kepala Desa Karangrowo, Heri Darwanto menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kesepakatan warga dan didukung penuh oleh pemerintah desa.
“Ini murni inisiatif warga. Kami dari desa mendukung karena semangat gotong royongnya luar biasa,” kata Heri.
Ia menjelaskan, jalan yang diperbaiki berstatus jalan desa dan selama ini memang menjadi persoalan tahunan saat musim hujan. Menurutnya, warga yang terlibat mencapai ratusan orang dari satu RW, dengan tenaga kerja sekitar lima hingga enam orang setiap harinya untuk proses pengurukan.
Terkait rencana lanjutan, ia menyebutkan pemerintah desa akan mengupayakan pengajuan ke tingkat kabupaten agar jalan tersebut bisa mendapatkan penanganan permanen, seperti pengaspalan atau peninggian struktur jalan.
“Usulan sudah pernah disampaikan secara lisan ke beberapa anggota dewan. Ke depan akan kami dorong secara administratif agar bisa ditindaklanjuti,” jelasnya.
Meski demikian, Heri menekankan bahwa langkah warga saat ini menjadi bukti kuatnya solidaritas sosial di Desa Karangrowo. Di tengah keterbatasan, warga memilih bersatu, bahu-membahu memperbaiki lingkungan demi keselamatan dan kenyamanan bersama. (adm).



