• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    RS Mardi Rahayu Resmikan PLTS Atap 416 kWp, Targetkan Efisiensi Energi dan Operasional Berkelanjutan

    Any Firgiyanti
    10/01/26, 15:16 WIB Last Updated 2026-10-01T08:17:23Z



    KUDUS, liputankudus.id – RS Mardi Rahayu Kudus meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 416 kilowatt peak (kWp), Rabu (1/10/2026). Pemanfaatan energi surya tersebut menjadi bagian dari langkah rumah sakit dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung operasional yang lebih berkelanjutan.


    PLTS Atap tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Mitra Solar Radians atau Solar Radiance dengan skema kerja sama selama 25 tahun. Sistem tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 584,40 megawatt hour (MWh) listrik per tahun dan menghindari emisi sekitar 521 ton karbon dioksida (CO₂) setiap tahun.


    Selama masa kerja sama, pengurangan emisi diperkirakan mencapai sekitar 12.077 ton CO₂. Manfaat tersebut secara ekuivalen disebut setara dengan penanaman sekitar 309.661 pohon selama 25 tahun.


    Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Dr. Pujianto, M.Kes., mengatakan pemanfaatan energi surya menjadi salah satu langkah rumah sakit untuk mengelola kebutuhan energi yang cukup besar, mengingat pelayanan kesehatan berlangsung selama 24 jam.


    “Sebagai rumah sakit yang beroperasi 24 jam, kebutuhan energi kami cukup besar. Karena itu, kami ingin meningkatkan efisiensi energi sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan. PLTS menjadi salah satu langkah nyata kami menuju rumah sakit yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Pujianto.


    Pemanfaatan PLTS tersebut melengkapi sejumlah upaya RS Mardi Rahayu menuju konsep Green Hospital. Sebelumnya, rumah sakit telah menerapkan penggunaan lampu LED, memanfaatkan sistem flushing air daur ulang, serta menyediakan fasilitas EV charging station.


    Dalam pengembangan PLTS, Solar Radiance terlibat sejak tahap perencanaan, instalasi hingga commissioning. Pekerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kebutuhan teknis, serta keberlangsungan pelayanan rumah sakit.


    Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena proses konstruksi dan instalasi berlangsung di lingkungan rumah sakit yang tetap beroperasi selama 24 jam.


    Solar Radiance mencatat pelaksanaan proyek tersebut mencapai 9.405 work manhour dengan capaian 100 persen zero accident. Seluruh rangkaian pekerjaan juga dilaksanakan tanpa mengganggu aktivitas pelayanan RS Mardi Rahayu.


    Head of Business Development Solar Radiance, Billy Jayadi, mengatakan capaian keselamatan tersebut tidak terlepas dari perencanaan dan kedisiplinan dalam pelaksanaan proyek.


    “Bagi Solar Radiance, pencapaian 9.405 work manhour dengan 100 persen zero accident menunjukkan pentingnya disiplin dan perencanaan dalam menjalankan proyek, terlebih di lingkungan rumah sakit yang beroperasi 24 jam,” kata Billy.


    Menurut dia, aspek keselamatan dan keberlangsungan operasional pelanggan menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pengerjaan proyek.


    Sementara itu, Pujianto menegaskan efisiensi energi tidak semata berkaitan dengan pengelolaan biaya operasional. Bagi rumah sakit, efisiensi energi juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan pelayanan kesehatan.


    “Efisiensi energi membantu menjaga keberlangsungan operasional rumah sakit, sehingga sumber daya dapat lebih optimal diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Bagi kami, menjaga kesehatan manusia juga harus berjalan seiring dengan menjaga kesehatan lingkungan,” ujarnya.


    Pengoperasian PLTS Atap 416 kWp diharapkan menjadi bagian dari pengembangan berbagai inisiatif keberlanjutan di lingkungan RS Mardi Rahayu. Rumah sakit juga membuka peluang pengembangan PLTS pada fasilitas lainnya.


    “Kerja sama PLTS antara RS Mardi Rahayu dan Solar Radiance terus berlanjut. Saat ini kami sedang merencanakan proyek PLTS tahap kedua di gedung parkir dan gedung rawat inap Betania yang masih dalam tahap pembangunan,” kata Pujianto.


    RS Mardi Rahayu merupakan rumah sakit kelas B di Kabupaten Kudus yang dikelola Yayasan Kristen Kesejahteraan Mardi Rahayu (YKKMR). Rumah sakit yang berdiri sejak 1969 tersebut saat ini memiliki 387 tempat tidur dan melayani masyarakat Kudus serta wilayah sekitarnya, termasuk Demak, Jepara, dan Pati.


    Dengan beroperasinya PLTS Atap tersebut, RS Mardi Rahayu menempatkan pemanfaatan energi terbarukan sebagai salah satu bagian dari pengelolaan fasilitas kesehatan yang lebih efisien sekaligus memperhatikan aspek lingkungan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler