KUDUS. liputankudus.id.– Kebakaran melanda kandang kerbau milik Sutiyono, warga Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, pada Kamis (15/10/2026) siang. Peristiwa yang terjadi di area tanah irigasi Mberem, RT 06 RW 03, tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp6 juta.
Berdasarkan laporan kejadian, kebakaran diketahui sekitar pukul 12.15 WIB saat seorang saksi, Sifa (47), sedang membersihkan kandang kerbau di lokasi tersebut. Ia mendengar suara letusan dan melihat asap serta api di sekitar kandang.
Saat memeriksa sumber suara, saksi mendapati api telah merambat hingga bagian atap kandang milik Sutiyono (50). Mengetahui kejadian tersebut, Sifa segera meminta bantuan Sarah (45) untuk mengeluarkan kerbau dari dalam kandang, sekaligus meminta pertolongan warga sekitar.
Petugas Trantibum Kecamatan Undaan bersama Relawan KENCANA Undaan tiba di lokasi sekitar pukul 12.55 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Proses pemadaman melibatkan petugas Trantibum, relawan KENCANA, anggota Polsek Undaan, aparat Pemerintah Desa Glagahwaru, serta warga setempat. Berkat kerja sama seluruh pihak, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.15 WIB.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Proses pendinginan selesai sekitar pukul 15.00 WIB dengan menggunakan pompa air atau alkon milik relawan KENCANA serta sumber air dari sungai.
Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa. Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran kandang kerbau tersebut diperkirakan mencapai Rp6 juta.
Dugaan Api Berasal dari Pembakaran Sampah
Berdasarkan keterangan pemilik kandang yang tercantum dalam laporan kejadian, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Kutuk. Api dari lokasi pembakaran sampah tersebut diduga merambat hingga mencapai kandang kerbau.
Meski demikian, penyebab kebakaran tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam aktivitas pembakaran sampah, terutama di area yang berdekatan dengan kandang ternak, bangunan, maupun lahan yang mudah terbakar. Pengawasan dan pengendalian api perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.


