• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Angkat Kesunyian Lansia Lewat “Penunggu Waktu”, Teater Rancak Lemuria Debut di FTP ke-16

    Any Firgiyanti
    10/15/26, 15:39 WIB Last Updated 2026-10-15T08:40:02Z


    Kudus. liputankudus.id. --Di tengah pergeseran gaya hidup masyarakat perkotaan, fenomena lansia yang menghabiskan masa tuanya dalam kesendirian menjadi realitas yang kian kerap ditemui. Kelompok Teater Rancak Lemuria mencoba membawa narasi keterasingan dan kesunyian lansia ke atas panggung melalui pementasan sketsa drama berjudul Penunggu Waktu karya Septiana Wibowo. 


    Pementasan yang berlangsung pada 13 Oktober 2026 di sanggar SMK Lemuria Lt. 3 ini merupakan penampilan babak penyisihan Festival Teater Pelajar (FTP) ke-16, sekaligus menandai keikutsertaan perdana sekolah tersebut dalam ajang FTP.


    Secara etimologis, istilah "sketsa" berakar dari kata Italia schizzo dan Yunani skhedios yang merujuk pada gambaran ringkas atau buatan seketika, sedangkan "drama" berasal dari bahasa Yunani dran yang berarti bertindak atau berbuat. Secara harfiah, sketsa drama merupakan bentuk lakon yang ringkas, padat, dan berdurasi pendek (umumnya 10 hingga 30 menit). Berbeda dari drama panjang yang memiliki banyak sub-plot, sketsa drama berfokus pada satu konflik utama atau slice of life untuk menangkap inti persoalan secara langsung.


    Secara epistemologis, isi cerita Penunggu Waktu digali dari pengamatan terhadap fenomena kehidupan lansia di era modern. Format sketsa drama menuntut efisiensi berekspresi, di mana sutradara dan aktor memilih simbol-simbol sederhana—seperti dialog dengan nada dingin serta gesture karikatural—untuk menggambarkan kondisi psikologis tokoh yang terasing dan merasa dihantui oleh waktu. Bagi para siswa yang menjadi pemeran, pendekatan ini sekaligus menjadi media belajar untuk memahami perspektif kehidupan kelompok lansia.


    Pementasan ini juga menunjukkan peran teater sekolah sebagai media ungkap dan ruang diskusi sosial. Melalui seni peran, para pelajar tidak hanya membawakan naskah drama, tetapi juga menyampaikan pandangan mereka mengenai pentingnya hubungan antargenerasi di tengah perubahan nilai-nilai keluarga.


    Proses produksi pertunjukan ini melibatkan kerja sama dan eksperimen teknis antar-anggota kelompok. Pembina Teater SMK Lemuria, Henny, menyampaikan gambaran mengenai proses persiapan para siswa:


    "Sebagai kelompok yang baru pertama kali berpartisipasi di ajang FTP ke-16 ini, persiapan pementasan tentu melibatkan proses kerja sama yang sangat intensif di antara para siswa," ujar Henny Purwanti, S.Pd.



    Henny menambahkan bahwa pementasan ini berjalan melalui koordinasi antara aktor, sutradara, penata artistik, serta kru teknis. Dalam prosesnya, para siswa melakukan eksplorasi penggunaan ruang panggung, tata cahaya sederhana, tata properti, serta pengaturan ritme dialog untuk mendukung pementasan.


    "Bagi kami, proses latihan hingga pementasan ini menjadi ruang belajar bersama yang sangat berharga. Di sinilah anak-anak mengasah kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta membangun kepercayaan diri untuk mengekspresikan gagasan mereka secara kolektif," lanjutnya.


    Pementasan Penunggu Waktu di sanggar SMK Lemuria kini telah selesai ditampilakan dalam babak penyisihan FTP ke-16. Di luar hasil penilaian kompetisi, keikutsertaan awal Teater Rancak Lemuria ini menjadi gambaran bagaimana kegiatan teater di tingkat sekolah dapat dimanfaatkan sebagai wadah belajar kelompok sekaligus sarana menyampaikan kepekaan sosial terhadap isu-isu di sekitar mereka.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler