• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Tak Sekadar Belajar AI, 488 Siswa di Kudus Dibekali Cara Lawan Hoaks dan Penipuan Digital

    Any Firgiyanti
    9/01/26, 11:35 WIB Last Updated 2026-09-01T04:35:39Z




    Kudus. liputankudus.id. - Polres Kudus terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan pelajar. Salah satunya melalui pelatihan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang menyasar siswa SMA dan sederajat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.


    Tak sekadar mengenalkan perkembangan teknologi, pelatihan tersebut juga menjadi langkah kepolisian membekali generasi muda agar mampu memanfaatkan AI secara bijak, sekaligus mengenali dan mencegah berbagai potensi kejahatan di ruang digital.


    Pelatihan AI telah dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus. Terbaru, kegiatan digelar di SMK Wisuda Karya dan diikuti sebanyak 488 siswa.


    Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung pemanfaatan teknologi AI melalui platform Senopati Academy.


    Platform tersebut menyediakan berbagai materi edukasi interaktif, mulai dari kuis, pengenalan AI, hingga cerita simulasi mengenai berbagai persoalan dan kasus kriminalitas yang dapat terjadi di dunia maya.



    Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasat Binmas AKP I Kadek Dwi P Putra mengatakan, Senopati Academy merupakan platform yang dikembangkan Polri sebagai sarana edukasi bagi pelajar untuk mengenal kecerdasan buatan sekaligus memahami cara pemanfaatannya secara aman dan bertanggung jawab.


    "Platform Senopati Academy merupakan buatan Polri. Tujuannya untuk memberikan edukasi kecerdasan buatan kepada siswa SMA sederajat," ujar AKP I Kadek Dwi, Selasa (1/9/2026).


    Menurutnya, dalam pelatihan tersebut para siswa dikenalkan dengan dasar-dasar AI, mulai dari pengertian, cara kerja, hingga pemanfaatannya untuk mendukung kegiatan pembelajaran.


    "Pada kesempatan itu juga kami memberikan edukasi bagaimana melawan hoaks, melawan AI, serta mengajarkan prompt untuk mendukung proses pembelajaran," jelasnya.


    Selain kemampuan teknis, AKP I Kadek Dwi menegaskan bahwa aspek etika menjadi bagian penting dalam penggunaan AI. Para siswa diberikan pemahaman agar teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab dan tidak dimanfaatkan untuk melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.


    Materi edukasi juga dikemas melalui cerita interaktif yang menggambarkan pengalaman tokoh fiksi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam cerita tersebut, siswa dihadapkan pada berbagai persoalan digital, seperti modus penipuan hingga pengiriman undangan palsu yang bertujuan mendapatkan atau mencuri identitas pribadi.


    "Pada cerita itu, siswa diminta untuk memecahkan permasalahan dan bagaimana menangkalnya," ungkapnya.


    Tak hanya menyajikan materi edukasi, Senopati Academy juga dilengkapi sejumlah fitur interaktif. Di antaranya permainan edukatif, simulasi IELTS dan TOEFL, serta fitur untuk membantu siswa mengeksplorasi potensi diri dan merencanakan masa depan.



    Melalui platform tersebut, siswa juga dapat memperoleh informasi terkait pengembangan karier, pilihan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, menggali potensi diri, hingga mencari peluang pekerjaan.


    Polres Kudus berharap pelatihan tersebut dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi informasi di internet serta lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital.


    Salah seorang siswa SMK Wisuda Karya, Abiprya, menyambut positif pelatihan tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai AI semakin penting seiring perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.


    "Harapan saya bisa lebih paham tentang AI, menggunakannya dengan bijak, serta menghindari tindak kejahatan," tandasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler