KUDUS. liputankudus.id. – Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton mendorong masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Seminar Literasi Keuangan yang digelar Jaringan Perempuan Kudus (JPK) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (31/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya membahas pentingnya literasi keuangan, tetapi juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta penyerahan santunan kepada anak yatim piatu.
Dalam kesempatan itu, Bellinda menekankan bahwa literasi keuangan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kemampuan mengelola pemasukan dan pengeluaran secara bijak perlu dibangun menjadi kebiasaan, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat.
Ia juga memperkenalkan Mutiara Desa sebagai salah satu wadah literasi sekaligus pemberdayaan masyarakat desa. Kehadiran wadah tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat desa untuk semakin memahami pengelolaan keuangan serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
Bellinda juga berpesan kepada para peserta seminar dan Duta Literasi Keuangan agar tidak berhenti pada pemahaman pribadi. Mereka diharapkan mampu menjadi agen edukasi yang turut menyebarluaskan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Literasi keuangan bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan dan menggunakan uang, tetapi juga bagaimana merencanakan, mengelola, dan mengambil keputusan keuangan secara bijak,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Seminar ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat Kudus mengenai pentingnya perencanaan keuangan. Dengan pengelolaan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi kebutuhan masa depan sekaligus terhindar dari keputusan keuangan yang berisiko.
Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. Selain memperkuat pemahaman mengenai literasi keuangan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah masyarakat.



