Kudus. liputankudus.id -- Tim PPK ORMAWA SEC FEB UMK , 3 September 2026 melalui program SRIDEWI menggelar Lokakarya SRIDEWI sebagai bagian dari upaya memperkuat langkah pengembangan Desa Japan, Kabupaten Kudus, menuju Desa Wirausaha. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menyatukan gagasan, menyusun strategi, serta membangun komitmen bersama dalam mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki Desa Japan.
Lokakarya dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak yang berperan dalam mendukung keberlanjutan program, mulai dari Tim PPK ORMAWA SEC FEB UMK, masyarakat Desa Japan, hingga pihak-pihak terkait. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai potensi, kebutuhan, serta peluang pengembangan usaha yang dapat diterapkan di Desa Japan.
Dalam pelaksanaannya, lokakarya juga menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah dilakukan sekaligus merancang langkah selanjutnya. Berbagai potensi komoditas lokal, khususnya alpukat dan jeruk pamelo, menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan produk dan usaha masyarakat.
Sejalan dengan semangat SRIDEWI, pengembangan potensi lokal tidak hanya diarahkan pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga mengusung konsep zero waste melalui pemanfaatan bagian komoditas yang sebelumnya kurang termanfaatkan. Gagasan tersebut diwujudkan melalui pengembangan berbagai produk inovatif seperti Javo Tea, Avo Coffee, Symelo, Almielo, Alpamelo Bar, dan Pameluxe.
Melalui lokakarya ini, Tim PPK ORMAWA SEC FEB UMK berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat. Tidak berhenti pada kegiatan selama program berlangsung, hasil lokakarya diharapkan dapat menjadi dasar bagi masyarakat untuk melanjutkan pengembangan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Satukan gagasan, kuatkan kolaborasi, dan wujudkan perubahan bersama SRIDEWI untuk Desa Japan yang semakin berdaya dan sejahtera.


