![]() |
| Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus masih berlangsung hingga Sabtu (12/9). (Foto: Dok. Panitia) |
KUDUS, lipitankudus.id -- Persaingan memperebutkan Super Tiket pada Audisi Umum PB Djarum 2026 semakin ketat. Memasuki Tahap Turnamen di GOR Djarum, Jati, Kabupaten Kudus, Jumat (11/9/2026), sebanyak 576 atlet yang lolos fase screening harus bersaing untuk melanjutkan langkah menuju tahap karantina.
Di sektor putra, peningkatan kualitas peserta membuat persaingan berlangsung semakin ketat. Kemampuan teknis para atlet muda yang dinilai lebih merata membuat setiap pertandingan menjadi bagian penting dalam perebutan tiket menuju tahap berikutnya.
Legenda PB Djarum yang juga tergabung dalam Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Aryono Miranat, mengatakan terdapat sejumlah peserta dengan kualitas permainan yang menonjol, termasuk atlet yang datang dari luar Pulau Jawa.
“Dari segi kualitas ada beberapa yang bagus. Selain dari Pulau Jawa, saya juga melihat ada yang dari Kalimantan itu juga bagus,” ujar Aryono.
Menurut dia, tim pencari bakat tidak hanya melihat kemampuan atlet dalam menghasilkan poin. Cara pemain merespons situasi pertandingan, mengambil keputusan, hingga mengembalikan bola secara taktis menjadi bagian dari penilaian.
“Bagaimana cara dia merespons permainan, misalnya posisi jatuhnya bola di tengah atau di samping, pengembalian bolanya apakah tetap taktis atau seenaknya,” katanya.
Aspek sikap dan perilaku juga menjadi perhatian. Aryono menyebut respons atlet ketika menghadapi kemenangan maupun kekalahan turut menggambarkan kesiapan mereka untuk dibina.
“Attitude juga penting seperti bagaimana menyikapi hasil, misalnya banting raket atau meledek lawan, dan lainnya. Semoga kami bisa memantau bibit dan talenta terbaik,” ujarnya.
Salah satu peserta yang menunjukkan performa positif pada hari pertama Tahap Turnamen ialah Keanu Al Fathir Rahadi. Pebulutangkis putra KU-12 asal Balikpapan, Kalimantan Timur, itu mengawali perjuangannya dengan kemenangan dua gim langsung atas Nidan Mauludi Fathan dari Kuningan, Jawa Barat, 21-10 dan 21-13.
Keanu mengatakan persiapan menghadapi audisi dilakukan secara intensif. Selain latihan, ia juga dibiasakan menjalani kehidupan disiplin dan mandiri oleh pelatihnya.
“Untuk persiapan audisi ini, saya latihan seminggu 11 kali. Saya ingin bergabung dengan PB Djarum karena banyak atletnya yang menjadi juara dunia,” kata Keanu.
Ia mengaku telah mengikuti Audisi Umum PB Djarum pada 2024, tetapi terhenti pada Tahap Turnamen. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk kembali mencoba tahun ini.
“Saya siap menghadapi pertandingan selanjutnya hingga sampai final,” ujarnya.
Kegigihan juga ditunjukkan Farnas Rozan Iraqee, atlet putra KU-12 asal Sampang, Madura. Audisi tahun ini menjadi kesempatan keempat bagi Farnas untuk mengejar peluang bergabung dengan PB Djarum sejak pertama kali mengikuti audisi pada 2023.
Pada pertandingan Jumat (11/9), Farnas tampil dominan dengan mengalahkan Dimas Purnama Putra dari Jepara, Jawa Tengah, dua gim langsung 21-9 dan 21-6.
“Aku mau masuk PB Djarum supaya bisa berprestasi dan membanggakan orang tua. Orang tua saya bilang harus semangat dan memaksimalkan kesempatan audisi terakhir ini untuk masuk karantina PB Djarum,” katanya.
Menurut Farnas, persaingan pada audisi tahun ini cukup ketat. Namun, pengalaman mengikuti audisi sebelumnya membuatnya semakin termotivasi untuk memanfaatkan kesempatan yang ada.
“Meski persaingannya ketat, tahun ini harus berani, harus bisa menang,” ujarnya.
Sementara itu, tidak semua peserta mampu melanjutkan perjalanan setelah Tahap Turnamen. Kiandra Agustian Kardiana harus mengakhiri perjuangannya setelah mengalami kekalahan. Meski demikian, pebulutangkis asal Kuningan, Jawa Barat, itu menyatakan akan kembali mencoba apabila masih memenuhi batas usia pada tahun depan.
“Baru kali ini aku ikut audisi, rasanya seru sekali karena lawannya pun kuat-kuat. Kalah menang tidak masalah, aku sudah maksimal saat pertandingan tadi,” kata Kiandra.
Ia mengatakan pengalaman menghadapi peserta dengan kualitas permainan yang kuat menjadi bagian penting dari proses yang dijalaninya.
“Tahun depan kalau kategori umurnya masih masuk, aku mau mencoba lagi ikut Audisi Umum PB Djarum,” ujarnya.
Koordinator Atlet Putra Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Leonard Holvy de Pauw, mengingatkan peserta yang berhasil memenangi pertandingan pada Tahap Turnamen agar tidak berhenti mengejar hasil.
Menurut dia, Super Tiket bukan merupakan akhir dari proses seleksi. Peserta yang mendapat tiket tersebut masih harus menjalani tahap karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum.
“Penilaian sebenarnya ada pada saat karantina. Di sana kami bisa melihat kebiasaan mereka yang sebenarnya. Bagaimana mereka hidup di asrama, disiplin, makan dan mengatur waktu istirahat,” kata Holvy.
Selama karantina, peserta akan menjalani pola kehidupan sebagai atlet, termasuk mengikuti program latihan dengan intensitas yang lebih tinggi. Dari proses tersebut, tim pencari bakat dapat melihat kesiapan peserta untuk menjalani pembinaan dalam jangka panjang.
“Jadi kami bisa menilai mana yang siap dibina untuk jangka panjang. Karena tugas kami bukan hanya meningkatkan kemampuan bermain, tetapi juga membentuk karakter dan integritas,” ujarnya.
Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus masih berlangsung hingga Sabtu (12/9). Pada hari terakhir tersebut, peserta yang berhak memperoleh Super Tiket akan diumumkan untuk melanjutkan perjuangan ke tahap karantina.
Untuk sektor putra, peserta harus mencapai babak semifinal untuk mengamankan Super Tiket. Sementara di sektor putri, tiket diberikan kepada peserta yang mampu mencapai babak final.
Selain berdasarkan pencapaian di lapangan, Tim Pencari Bakat juga memiliki jalur Super Tiket Pilihan. Tiket tersebut diberikan kepada peserta yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan meskipun tidak mencapai babak semifinal atau final.
Dengan demikian, hasil pertandingan bukan satu-satunya penentu. Kemampuan teknis, respons terhadap situasi pertandingan, sikap, kedisiplinan, serta kesiapan menjalani proses pembinaan menjadi rangkaian penilaian sebelum peserta ditetapkan sebagai atlet binaan PB Djarum.

.jpg)
.jpg)
