• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    ‎Puluhan Tahun Gelap, Jalan Kasiyan Pati Minim Penerangan ‎PATI - Kondisi jalan di wilayah Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, masih minim penerangan pada malam hari. Sejumlah warga yang kerap melintas di kawasan tersebut menyebut ruas jalan dari arah perbatasan Pati-Kudus menuju wilayah Desa Kasiyan telah lama berada dalam kondisi gelap. ‎ ‎Salah satu warga Pati yang sering melintas di kawasan tersebut, Fatkur Rohman mengatakan, minimnya penerangan menjadi perhatian, terutama ketika kendaraan melintas pada malam hari. Berdasarkan cerita warga yang ditemuinya, kondisi tersebut bahkan telah berlangsung selama puluhan tahun. ‎ ‎“Kalau dari perbatasan Pati-Kudus masuk Desa Ngadudero, setelah SD sekitar 100 meter, selanjutnya masih Desa Kasiyan dan kondisinya gelap,” kata Fatkur. ‎ ‎Penerangan yang tersedia sebelumnya disebut hanya berada di sekitar permukiman dan sejumlah fasilitas tertentu. Setelah melewati kawasan tersebut, pengguna jalan harus melintasi ruas yang minim lampu penerangan hingga memasuki wilayah berikutnya. ‎ ‎Menurut warga, kondisi lampu penerangan di kawasan itu bukan semata karena tidak pernah tersedia. Sebelumnya, sejumlah titik pernah menggunakan lampu tenaga surya. Namun, fasilitas tersebut kemudian mengalami kerusakan dan sebagian panel surya disebut hilang karena dicuri. ‎ ‎“Dulu sebenarnya ada lampunya, menggunakan tenaga surya. Tapi panel suryanya dicuri. Yang sempat hidup hanya sekitar tiga lampu,” ujar warga dalam percakapan tersebut. ‎ ‎Minimnya penerangan membuat pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas, khususnya pada malam hari. Kondisi jalan yang sepi dan gelap juga membuat pengendara cenderung mengurangi kecepatan. ‎ ‎Fatkur menuturkan, warga maupun pengguna jalan memiliki pengalaman berbeda ketika melintasi kawasan tersebut. Salah satunya adalah pengalaman seorang warga yang pernah terjatuh saat melintas pada malam hari. ‎ ‎"Selain itu, terdapat pula cerita mengenai aksi pembegalan yang disebut pernah terjadi sekitar 2015," bebernya. ‎ ‎Namun, informasi tersebut merupakan cerita warga dan belum disertai keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kejadian yang disebutkan. ‎ ‎Warga juga menyoroti persoalan lain di kawasan tersebut, yakni genangan atau banjir yang disebut dapat bertahan cukup lama ketika terjadi hujan. Kondisi itu menjadi salah satu kekhawatiran pengguna jalan selain minimnya penerangan. ‎ ‎Meski demikian, warga mengaku sudah terbiasa melintasi jalur tersebut. Mereka tetap menggunakan langkah antisipasi dengan mengurangi kecepatan, terutama ketika perjalanan dilakukan pada malam hari. ‎ ‎“Kalau sudah malam biasanya kami lebih pelan. Jalannya sepi dan gelap, jadi memang harus hati-hati,” ungkapnya. ‎ ‎Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah agar penerangan jalan dapat kembali difungsikan. Keberadaan lampu dinilai penting untuk membantu meningkatkan visibilitas pengguna jalan sekaligus mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas hingga malam hari. ‎

    Any Firgiyanti
    9/17/26, 15:14 WIB Last Updated 2026-09-17T08:15:28Z




    ‎PATI. liputankudus.id. - Kondisi jalan di wilayah Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, masih minim penerangan pada malam hari. Sejumlah warga yang kerap melintas di kawasan tersebut menyebut ruas jalan dari arah perbatasan Pati-Kudus menuju wilayah Desa Kasiyan telah lama berada dalam kondisi gelap.

    ‎Salah satu warga Pati yang sering melintas di kawasan tersebut, Fatkur Rohman mengatakan, minimnya penerangan menjadi perhatian, terutama ketika kendaraan melintas pada malam hari. Berdasarkan cerita warga yang ditemuinya, kondisi tersebut bahkan telah berlangsung selama puluhan tahun.

    ‎“Kalau dari perbatasan Pati-Kudus masuk Desa Ngadudero, setelah SD sekitar 100 meter, selanjutnya masih Desa Kasiyan dan kondisinya gelap,” kata Fatkur.

    ‎Penerangan yang tersedia sebelumnya disebut hanya berada di sekitar permukiman dan sejumlah fasilitas tertentu. Setelah melewati kawasan tersebut, pengguna jalan harus melintasi ruas yang minim lampu penerangan hingga memasuki wilayah berikutnya.

    ‎Menurut warga, kondisi lampu penerangan di kawasan itu bukan semata karena tidak pernah tersedia. Sebelumnya, sejumlah titik pernah menggunakan lampu tenaga surya. Namun, fasilitas tersebut kemudian mengalami kerusakan dan sebagian panel surya disebut hilang karena dicuri.

    ‎“Dulu sebenarnya ada lampunya, menggunakan tenaga surya. Tapi panel suryanya dicuri. Yang sempat hidup hanya sekitar tiga lampu,” ujar warga dalam percakapan tersebut.

    ‎Minimnya penerangan membuat pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas, khususnya pada malam hari. Kondisi jalan yang sepi dan gelap juga membuat pengendara cenderung mengurangi kecepatan.

    ‎Fatkur menuturkan, warga maupun pengguna jalan memiliki pengalaman berbeda ketika melintasi kawasan tersebut. Salah satunya adalah pengalaman seorang warga yang pernah terjatuh saat melintas pada malam hari. 

    ‎"Selain itu, terdapat pula cerita mengenai aksi pembegalan yang disebut pernah terjadi sekitar 2015," bebernya. 

    ‎Namun, informasi tersebut merupakan cerita warga dan belum disertai keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kejadian yang disebutkan.

    ‎Warga juga menyoroti persoalan lain di kawasan tersebut, yakni genangan atau banjir yang disebut dapat bertahan cukup lama ketika terjadi hujan. Kondisi itu menjadi salah satu kekhawatiran pengguna jalan selain minimnya penerangan.

    ‎Meski demikian, warga mengaku sudah terbiasa melintasi jalur tersebut. Mereka tetap menggunakan langkah antisipasi dengan mengurangi kecepatan, terutama ketika perjalanan dilakukan pada malam hari.

    ‎“Kalau sudah malam biasanya kami lebih pelan. Jalannya sepi dan gelap, jadi memang harus hati-hati,” ungkapnya.

    ‎Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah agar penerangan jalan dapat kembali difungsikan. Keberadaan lampu dinilai penting untuk membantu meningkatkan visibilitas pengguna jalan sekaligus mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas hingga malam hari.

    ‎PATI - Kondisi jalan di wilayah Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, masih minim penerangan pada malam hari. Sejumlah warga yang kerap melintas di kawasan tersebut menyebut ruas jalan dari arah perbatasan Pati-Kudus menuju wilayah Desa Kasiyan telah lama berada dalam kondisi gelap.

    ‎Salah satu warga Pati yang sering melintas di kawasan tersebut, Fatkur Rohman mengatakan, minimnya penerangan menjadi perhatian, terutama ketika kendaraan melintas pada malam hari. Berdasarkan cerita warga yang ditemuinya, kondisi tersebut bahkan telah berlangsung selama puluhan tahun.

    ‎“Kalau dari perbatasan Pati-Kudus masuk Desa Ngadudero, setelah SD sekitar 100 meter, selanjutnya masih Desa Kasiyan dan kondisinya gelap,” kata Fatkur.

    ‎Penerangan yang tersedia sebelumnya disebut hanya berada di sekitar permukiman dan sejumlah fasilitas tertentu. Setelah melewati kawasan tersebut, pengguna jalan harus melintasi ruas yang minim lampu penerangan hingga memasuki wilayah berikutnya.

    ‎Menurut warga, kondisi lampu penerangan di kawasan itu bukan semata karena tidak pernah tersedia. Sebelumnya, sejumlah titik pernah menggunakan lampu tenaga surya. Namun, fasilitas tersebut kemudian mengalami kerusakan dan sebagian panel surya disebut hilang karena dicuri.

    ‎“Dulu sebenarnya ada lampunya, menggunakan tenaga surya. Tapi panel suryanya dicuri. Yang sempat hidup hanya sekitar tiga lampu,” ujar warga dalam percakapan tersebut.

    ‎Minimnya penerangan membuat pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas, khususnya pada malam hari. Kondisi jalan yang sepi dan gelap juga membuat pengendara cenderung mengurangi kecepatan.

    ‎Fatkur menuturkan, warga maupun pengguna jalan memiliki pengalaman berbeda ketika melintasi kawasan tersebut. Salah satunya adalah pengalaman seorang warga yang pernah terjatuh saat melintas pada malam hari. 

    ‎"Selain itu, terdapat pula cerita mengenai aksi pembegalan yang disebut pernah terjadi sekitar 2015," bebernya. 

    ‎Namun, informasi tersebut merupakan cerita warga dan belum disertai keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kejadian yang disebutkan.

    ‎Warga juga menyoroti persoalan lain di kawasan tersebut, yakni genangan atau banjir yang disebut dapat bertahan cukup lama ketika terjadi hujan. Kondisi itu menjadi salah satu kekhawatiran pengguna jalan selain minimnya penerangan.

    ‎Meski demikian, warga mengaku sudah terbiasa melintasi jalur tersebut. Mereka tetap menggunakan langkah antisipasi dengan mengurangi kecepatan, terutama ketika perjalanan dilakukan pada malam hari.

    ‎“Kalau sudah malam biasanya kami lebih pelan. Jalannya sepi dan gelap, jadi memang harus hati-hati,” ungkapnya.

    ‎Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah agar penerangan jalan dapat kembali difungsikan. Keberadaan lampu dinilai penting untuk membantu meningkatkan visibilitas pengguna jalan sekaligus mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas hingga malam hari.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler