KUDUS. liputankudus.id.— Partai semifinal kedua Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/8) malam, menjadi panggung kemenangan Timnas Putri U-16 Indonesia atau Garuda Pertiwi. Tampil di hadapan seribuan lebih suporter Merah Putih, Indonesia sukses mencukur Timnas Putri U-16 Yordania dengan skor telak 3-0 dan memastikan tiket ke partai final.
Kemenangan tersebut membuat Garuda Pertiwi berhak menantang Timnas Putri U-16 Thailand pada laga puncak turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation.
Dukungan suporter dari tribun langsung membakar semangat pemain Indonesia sejak awal pertandingan. Garuda Pertiwi tampil agresif dan berusaha mengambil kendali permainan sejak peluit kick-off dibunyikan.
Tekanan tersebut langsung membuahkan hasil pada menit ke-7. Kesya Arabela Manisya Nian membuka keunggulan Indonesia setelah memanfaatkan umpan daerah dari Fadilla.
Jebolan HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 itu menyisir sisi kanan pertahanan Yordania sebelum melepaskan sepakan yang gagal dihentikan penjaga gawang lawan.
Tertinggal satu gol, Yordania mencoba bangkit. Mereka berusaha mengembangkan permainan melalui kombinasi umpan pendek untuk mencari celah di pertahanan Indonesia.
Namun, lini belakang Garuda Pertiwi yang dikomandoi Jazlyn Kayla Firyal tampil disiplin. Sejumlah serangan Yordania berhasil dipatahkan sebelum memasuki area berbahaya.
Indonesia bahkan sempat memperoleh peluang emas melalui Fadilla. Memanfaatkan kesalahan komunikasi antara kiper dan bek Yordania, Fadilla melepaskan sepakan dari sudut sempit. Sayangnya, peluang tersebut belum menghasilkan gol.
Garuda Pertiwi akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-35. Berawal dari tendangan penjuru yang dieksekusi Kesya, kemelut terjadi di depan gawang Yordania.
Jazlyn Kayla Firyal bergerak cepat dan berhasil memanfaatkan bola untuk mencetak gol kedua Indonesia. Skor berubah menjadi 2-0.
Menjelang turun minum, Garuda Pertiwi kembali membuat suporter bergemuruh. Fadilla berhasil mencetak gol ketiga setelah menerima umpan daerah dari Ayla Dva Khala Ahima.
Dengan sepakan terukur ke sudut kiri gawang, Fadilla membawa Indonesia menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.
Dominasi Garuda Pertiwi juga tercermin dalam statistik pertandingan. Indonesia mampu menguasai 66 persen penguasaan bola dan melepaskan 13 tembakan, dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Yordania hanya mencatatkan empat tembakan dan satu yang tepat sasaran.
Memasuki babak kedua, Indonesia tidak memilih untuk bertahan. Timo Scheunemann tetap meminta anak asuhnya tampil agresif dan menjaga tekanan terhadap Yordania.
Masuknya Jezlyn Kayla Azkha membuat variasi serangan Garuda Pertiwi semakin beragam. Indonesia beberapa kali mencoba memanfaatkan ruang yang ditinggalkan barisan pertahanan Yordania.
Situasi Yordania semakin sulit setelah mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-56. Leen Anzour Munir Soubar menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Fadilla.
Unggul jumlah pemain, Indonesia semakin leluasa mengendalikan permainan. Namun, sejumlah peluang yang tercipta belum berhasil dikonversikan menjadi gol tambahan.
Yordania juga terus berusaha mencari celah. Akan tetapi, pertahanan Indonesia tetap solid sehingga lawan hanya mampu mengandalkan beberapa percobaan tembakan dari jarak jauh.
Hingga pertandingan berakhir, skor 3-0 tidak berubah. Garuda Pertiwi pun memastikan langkah ke final Srikandi Merdeka Cup.
Gelandang Garuda Pertiwi, Shifana Rizka Nadhifa, menyebut kemenangan tersebut menjadi hasil dari kerja keras seluruh tim selama menjalani persiapan.
“Pastinya kami semua sangat senang dengan kemenangan hari ini. Ini adalah hasil kerja keras kami selama training center dan ganjarannya kayak tercapai gitu, kami bisa masuk final,” kata pemain Samba Persada Women di HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026.
Sementara itu, Pelatih Kepala Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, mengapresiasi dukungan publik yang diberikan kepada timnya. Ia juga bersyukur Indonesia mampu meraih kemenangan meyakinkan meski kehilangan Nafeeza Ayasha Nori yang mengalami cedera saat pemanasan.
Menurut Timo, menghadapi Thailand di partai final memang menjadi salah satu target sejak awal turnamen. Baginya, laga tersebut akan menjadi pengalaman berharga bagi pemain muda Indonesia untuk mengukur kemampuan menghadapi salah satu kekuatan sepak bola putri di kawasan Asia Tenggara.
“Tim kuat yang ada di sekitar kita, wilayah Asia Tenggara, kan Thailand, Vietnam, sama Australia. Jadi kalau kami bisa main lawan Thailand, itu sebuah pengalaman yang luar biasa dan itu yang kami cari,” ujar Timo.
Timo menegaskan, proses mencetak pemain menjadi tujuan utama yang ingin dicapai dalam turnamen tersebut.
“Kalau sampai kita juara, pialanya itu bonus. Piala saya sesungguhnya itu semua pemain-pemain saya,” tegasnya.
Di kubu Yordania, Pelatih Kepala Luna Rami Amin Almasri mengakui kedisiplinan lini pertahanan Indonesia membuat anak asuhnya kesulitan mengembangkan permainan.
“Memang hasil hari ini tidak seperti yang kami harapkan, tapi pemain tetap memberikan kerja keras maksimal. Pertandingan terasa lebih berat setelah kartu merah, tapi tim tetap bermain kompak saat menyerang maupun ketika bertahan,” ujarnya.
Luna tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Ia pun langsung mengalihkan fokus Yordania ke pertandingan perebutan tempat ketiga.
“Saya tetap bangga terhadap perjuangan para pemain malam ini. Target selanjutnya adalah mengamankan peringkat ketiga di turnamen ini. Saya dan tim kepelatihan pasti akan tetap berada di belakang pemain untuk membangkitkan kembali semangat mereka menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga nanti,” pungkasnya.
Kini, Garuda Pertiwi tinggal selangkah lagi untuk menyempurnakan perjalanan di Srikandi Merdeka Cup. Thailand sudah menunggu di partai final dan menjadi tantangan terakhir Indonesia untuk merebut gelar juara di hadapan publik Kudus.


