KUDUS, liputankudus.id – Upaya menjadikan kretek sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia mendapat dukungan penuh dari Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Persatuan Perusahaan Rokok Kudus (PPRK) bersama Historia.ID di Pringgitan Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (21/8/2026).
Audiensi tersebut membahas langkah strategis untuk mendorong penetapan kretek sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Upaya ini sekaligus diharapkan semakin memperkuat identitas Kabupaten Kudus sebagai Kota Kretek.
Bupati Sam’ani menilai kretek memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan tidak terpisahkan dari perkembangan sosial serta perekonomian masyarakat Kudus. Bahkan, industri kretek telah menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah jauh sebelum Indonesia merdeka.
“Kretek ini sudah menjadi penggerak ekonomi Kudus bahkan sejak sebelum masa kemerdekaan. Ini bukan sekadar warisan, tapi juga tulang punggung ekonomi masyarakat Kudus yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” ujar Sam’ani.
Untuk mematangkan langkah tersebut, Sam’ani telah menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus agar segera menindaklanjuti hasil audiensi. Salah satunya melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dan seminar yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Forum tersebut diharapkan dapat menggali lebih dalam nilai sejarah, budaya, sosial, dan ekonomi kretek sekaligus merumuskan langkah konkret menuju proses pengusulan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan segera menindaklanjuti hasil audiensi ini dengan melaksanakan FGD dan seminar, supaya langkah-langkah ke depan bisa lebih matang,” tambah Sam’ani.
Tinjau Perbaikan Taman Belakang Pendapa
Usai audiensi, Bupati Sam’ani bersama jajaran dan para tamu turut meninjau progres perbaikan Taman Belakang Pendapa Kabupaten Kudus.
Dalam peninjauan tersebut, Sam’ani memastikan proses pengerjaan berjalan sesuai prosedur dan standar yang ditetapkan. Hal itu dilakukan untuk menjaga kualitas hasil pekerjaan sekaligus memastikan kawasan tersebut nantinya dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan pengunjung.
“Kami pastikan pengerjaan perbaikan Taman Belakang Pendapa ini sesuai prosedur, supaya hasilnya berkualitas dan pengunjung nyaman saat datang ke sini,” kata Sam’ani.


