• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Jalan Pasuran-Lor Kencing Diperlebar dan Ditinggikan Menggunakan Anggaran Rp3,9 Miliar dari DBHCHT

    Noer
    8/20/26, 13:58 WIB Last Updated 2026-08-20T06:58:54Z

     

    Peningkatan ruas Jalan Pasuran–Lor Kencing melalui melalui DBHCHT sebesar Rp3,9 miliar. (Foto: Noer*)

    KUDUS, liputankudus.id – Pemerintah Kabupaten Kudus melakukan peningkatan ruas Jalan Pasuran–Lor Kencing melalui pekerjaan pelebaran dan peninggian badan jalan. Proyek yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersebut menelan anggaran sekitar Rp3,9 miliar.

     

    Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Supriyadi, mengatakan pekerjaan meliputi peninggian badan jalan dan pelebaran ruas jalan untuk meningkatkan kualitas serta kenyamanan pengguna jalan. “Pelebaran ruas Jalan Pasuran–Lor Kencing ini dilakukan dengan peninggian badan jalan. Di atasnya nanti kita overlay menggunakan beton FS 41,” ujarnya.

     

    Peninggian badan jalan dilakukan dengan ketinggian yang bervariasi, mencapai hampir satu meter pada sejumlah titik. Di atas lapisan pondasi, badan jalan akan dilapisi beton rigid setebal 20 sentimeter dengan menggunakan tulangan tunggal.

     

    Selain ditinggikan, badan jalan juga diperlebar dari semula sekitar empat meter menjadi rata-rata enam meter. Pelebaran dilakukan secara bertahap dengan tambahan sekitar satu hingga 1,5 meter pada bagian tertentu.

     

    Dari total ruas yang ditangani sepanjang sekitar 1,8 kilometer, terdapat segmen sepanjang kurang lebih 200 meter yang mendapat penanganan rigid beton dengan lebar enam meter.

     

    Pekerjaan juga mencakup pembangunan talud sepanjang sekitar 300 meter pada titik-titik yang belum memiliki pengaman badan jalan.


     

    Menurut Supriyadi, peninggian jalan dilakukan antara lain untuk mengurangi dampak genangan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Kondisi badan jalan sebelumnya dinilai terlalu rendah dan kurang nyaman dilalui.

     

    “Selain berkaitan dengan banjir, ini juga untuk kenyamanan berlalu lintas. Kondisi jalan sebelumnya terlalu tidak rata,” katanya.

     

    Pelebaran juga dinilai penting mengingat lebar jalan yang hanya sekitar empat meter kerap menyulitkan kendaraan ketika berpapasan. Kondisi tersebut bahkan berpotensi membuat kendaraan roda empat keluar badan jalan hingga masuk ke saluran di sisi jalan.

     

    Proyek tersebut mulai dikerjakan pada awal Agustus 2026 setelah kontrak ditandatangani pada 16 Juli 2026. Masa pelaksanaan pekerjaan ditargetkan sekitar empat bulan atau hingga November 2026.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler