• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Pelajar Jadi Sasaran Utama Cek Kesehatan Gratis di Kudus

    Any Firgiyanti
    8/31/26, 14:22 WIB Last Updated 2026-08-31T07:22:23Z



    ‎KUDUS. liputankudus.id.   – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Kudus terus diperluas dengan menyasar berbagai kelompok usia, terutama anak sekolah. Memasuki tahun kedua pelaksanaan, Dinas Kesehatan Kudus melakukan evaluasi sekaligus memperkuat layanan preventif untuk mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini.

    ‎Sekretaris Dinas Kesehatan Kudus, Nuryanto, mengatakan CKG telah berjalan sejak awal 2025. Program tersebut menyasar masyarakat mulai dari bayi baru lahir hingga kelompok lanjut usia.

    ‎Menurutnya, pemeriksaan kesehatan gratis menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif. Deteksi dini diharapkan dapat mencegah penyakit berkembang menjadi lebih serius sehingga masyarakat tidak harus mendapatkan perawatan ketika kondisinya sudah berat.

    ‎“CKG ini sudah masuk tahun kedua. Kami terus melakukan evaluasi dari pelaksanaan sebelumnya untuk memaksimalkan kegiatan, karena sasaran program sangat luas, mulai anak yang baru lahir sampai lansia,” kata Nuryanto.

    ‎Pada tahun kedua, pelaksanaan CKG tidak hanya dilakukan melalui fasilitas kesehatan. Dinas Kesehatan Kudus juga menggandeng organisasi perangkat daerah, perusahaan, serta berbagai kegiatan masyarakat untuk memperluas jangkauan pemeriksaan.

    ‎Memasuki tahun ajaran baru, sekolah menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus. Pemeriksaan dilakukan terutama terhadap siswa SD dan SMP sebagai bagian dari deteksi kondisi kesehatan anak sejak dini.

    ‎"Pelayanan CKG dilaksanakan Senin hingga Sabtu pada pagi hari, sekitar pukul 07.00 atau 08.00 WIB. Petugas melakukan screening kesehatan awal terhadap siswa," tandasnya.

    ‎Jika ditemukan indikasi kelainan atau gangguan kesehatan, siswa akan diarahkan mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut di Puskesmas. Apabila membutuhkan penanganan lebih serius, pasien dapat dirujuk ke rumah sakit.

    ‎Sementara bagi siswa yang tidak ditemukan masalah kesehatan, petugas tetap memberikan edukasi mengenai perilaku hidup sehat dan pentingnya menjaga kondisi tubuh.

    ‎“Kalau ditemukan kelainan akan dirujuk ke Puskesmas, kemudian apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut diteruskan ke rumah sakit. Kalau tidak ada temuan, tetap diberikan edukasi dan promosi kesehatan,” jelasnya.

    ‎Selain CKG, Agustus juga dimanfaatkan untuk pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Imunisasi yang diberikan antara lain HPV bagi anak perempuan untuk mencegah kanker leher rahim serta MR untuk mencegah campak dan rubella.


    ‎Hingga kini, kelompok anak sekolah menjadi penyumbang capaian CKG terbesar di Kabupaten Kudus. Dari target capaian provinsi sebesar 54 persen, realisasi Kudus telah mendekati 52 persen.

    ‎“Capaian terbanyak saat ini berasal dari kelompok anak sekolah. Secara keseluruhan sudah mendekati 52 persen dari target provinsi 54 persen,” ujarnya.

    ‎Di sisi lain, upaya pencegahan stunting terus berjalan melalui penguatan konsumsi protein hewani. Program Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) tetap digencarkan karena ikan menjadi salah satu sumber protein penting bagi pertumbuhan anak.

    ‎Nuryanto mengatakan kebutuhan ikan laut masyarakat Kudus didukung daerah sekitar seperti Jepara, Demak, Pati, dan Rembang. Meskipun tidak memiliki wilayah pantai, pasokan ikan dinilai mencukupi.

    ‎Ia juga mengingatkan pentingnya asupan protein bagi ibu hamil. Masa kehamilan hingga usia dua tahun dinilai sebagai periode penting dalam tumbuh kembang anak sehingga pemenuhan gizi harus menjadi perhatian keluarga.

    ‎"Harapannya kolaborasi berbagai pihak dapat membantu mempertahankan capaian kesehatan Kudus sekaligus memperluas kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit sejak dini," pungkasnya. (ADM).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler