KUDUS. liputankudus.id. – Krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Kudus terus meluas. Hingga Jumat, 28 Agustus 2026, tercatat 811 kepala keluarga (KK) atau 2.316 jiwa di empat desa pada tiga kecamatan terdampak kekurangan air bersih.
Empat wilayah tersebut yakni Desa Glagah Waru, Kecamatan Undaan; Desa Colo, Kecamatan Dawe; Desa Setrokalangan dan Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu.
Desa Glagah Waru menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak paling banyak, yakni 606 KK atau 1.695 jiwa. Kondisi kekurangan air di wilayah tersebut telah berlangsung sejak 15 Juli 2026.
Sementara itu, di Dukuh Colo, Desa Colo, Kecamatan Dawe, tercatat 20 KK atau 80 jiwa terdampak sejak 9 Agustus 2026. Kemudian Desa Setrokalangan terdampak sejak 18 Agustus 2026 dengan jumlah 94 KK atau 246 jiwa.
Adapun Desa Kedungdowo mulai terdampak pada 28 Agustus 2026. Sebanyak 91 KK atau 295 jiwa tercatat mengalami dampak kekurangan air bersih.
Dropping Air Capai 729.500 Liter
Sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, bantuan dropping air bersih terus dilakukan oleh berbagai pihak.
Dalam periode 15 Juli hingga 28 Agustus 2026, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 729.500 liter menggunakan 137 tangki.
Rinciannya, BPBD menyuplai 205.000 liter, Kodim 25.000 liter, Polres 24.000 liter, Bhayangkari Polres 21.000 liter, Satpol PP 89.000 liter, PDAM 17.000 liter, BBWS Pemali Juana 130.000 liter, PMI 105.000 liter, IBI 5.000 liter, IDI 79.500 liter, Sukun 5.000 liter, serta Baznas sebanyak 24.000 liter.
Dari total tersebut, distribusi air tercatat sebanyak 603.000 liter ke Desa Glagah Waru, 18.000 liter ke Desa Colo, dan 88.500 liter ke Desa Setrokalangan.
Sementara dalam pembaruan terakhir pada Jumat, 28 Agustus 2026, dukungan dropping air mencapai 25.000 liter, terdiri dari BPBD 5.000 liter untuk Glagah Waru, PMI 10.000 liter untuk Glagah Waru, Satpol PP 5.000 liter untuk Setrokalangan, serta BPBD 5.000 liter untuk Kedungdowo.
Untuk Desa Colo, pada pembaruan tersebut belum terdapat tambahan dropping air.
Tandon Disiapkan di Sejumlah Titik
Selain distribusi menggunakan armada tangki, sejumlah tandon air telah ditempatkan di titik-titik yang membutuhkan.
Di Desa Glagah Waru tersedia tiga tandon berkapasitas 5.000 liter, tiga tandon 2.000 liter, satu tandon 1.000 liter, dua tandon 500 liter, dan satu tandon 250 liter.
Di Desa Colo terdapat satu tandon berkapasitas 5.000 liter. Sementara di Desa Setrokalangan tersedia dua tandon 5.000 liter, satu tandon 3.000 liter, serta satu tandon 2.000 liter.
Adapun di Desa Kedungdowo tersedia satu tandon berkapasitas 5.000 liter.
Penempatan tandon tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain RW 3, RW 2, RW 1 dan RW 5 Desa Glagah Waru; RT 4/1 Desa Colo; RT 1/2, RT 3/2, RT 5/3 dan RT 6/3 Desa Setrokalangan; serta RT 04/3 Desa Kedungdowo.
Kondisi ini menunjukkan kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Kudus masih menjadi perhatian. Distribusi air bersih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama sumber air warga belum kembali mencukupi.



