KUDUS. Liputankudus.id. – Komitmen dalam membangun budaya sadar bencana terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus yang tengah menjalankan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terintegrasi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus menggelar kegiatan **Sosialisasi dan Simulasi Kebencanaan Kebakaran** di Pondok Pesantren Al-Furqon Tulis 1, Rabu (08/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan implementasi program pemberdayaan masyarakat yang dirancang mahasiswa selama menjalani PPL Terintegrasi KKL. Melalui kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Kudus, para mahasiswa menghadirkan edukasi kebencanaan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktik kepada para santri dalam menghadapi situasi darurat kebakaran.
Acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, serta sambutan dari pihak Pondok Pesantren Al-Furqon Tulis 1 yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas santri dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan pesantren. Selanjutnya, narasumber dari bank sampah Induk Kudus (Ibu Sri Setuni) menjelaskan mengenai pengolahan dan pemanfaatan sampah menjadi barang bernilai jual tinggi lalu disusul narasumber dari BPBD Kabupaten Kudus menyampaikan materi mengenai mitigasi bencana, langkah-langkah pencegahan, prosedur penyelamatan diri, pengenalan jalur evakuasi, hingga pentingnya titik kumpul (assembly point) ketika terjadi keadaan darurat.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi kebakaran yang melibatkan seluruh peserta. Santri mempraktikkan secara langsung tata cara menyelamatkan diri, mengikuti jalur evakuasi, menuju titik kumpul, serta memperoleh pelatihan teknik dasar pemadaman api menggunakan metode sederhana yang dipandu oleh personel BPBD Kabupaten Kudus.
Ketua kelompok PPL Terintegrasi KKL Muhammad Ikhsan Azmi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengurangan risiko bencana melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
"Ya, kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan santri terhadap potensi kebakaran, serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam keadaan darurat. " ujarnya.
Melalui sinergi antara UIN Sunan Kudus, BPBD Kabupaten Kudus, dan Pondok Pesantren Al-Furqon Tulis 1, diharapkan upaya edukasi kebencanaan dapat terus diperluas sehingga lahir masyarakat yang lebih tangguh, siap siaga, serta memiliki budaya sadar bencana sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.



