• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Lahan Tebu Pascapanen Terbakar di Gebog, Api Berhasil Dipadamkan Sebelum Merambat ke Permukiman

    Any Firgiyanti
    7/24/26, 19:35 WIB Last Updated 2026-07-24T12:35:41Z



    Kudus. Liputankudus.id.  – Untuk kesekian kalinya, kebakaran lahan tebu kembali terjadi. Kali ini, kebakaran melanda lahan tebu pascapanen dan semak belukar kering di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jumat (24/7/2026) sore. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran dan relawan, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke permukiman warga.


    Informasi kebakaran diterima sekitar pukul 16.50 WIB. Area yang terbakar diperkirakan seluas sekitar 50 x 50 meter. Lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga sehingga diperlukan penanganan cepat untuk mencegah api meluas.


    Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kebakaran diduga bermula saat pemilik lahan, Purwanto, membersihkan lahan pascapanen dengan cara membakar sisa tanaman tebu sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, akibat embusan angin yang cukup kencang, api dengan cepat membesar dan menjalar ke semak belukar kering di sekitarnya.


    Salah seorang saksi, Aliyah (55), yang melihat kobaran api khawatir kebakaran akan merembet ke permukiman. Ia kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya sebelum akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran.


    Sekitar pukul 17.00 WIB, satu unit Damkar PT Djarum Pos Gribig tiba di lokasi, disusul satu unit Damkar Satpol PP Kudus dan satu unit Damkar BPBD Kudus. Setelah dilakukan penyemprotan, api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 17.30 WIB dan dipastikan padam total pada pukul 17.40 WIB.


    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kudus, Drs. Eko Hari Djatmiko, M.Si., melalui Kasi Kedaruratan Ahmad Munaji, mengatakan kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sisa tanaman tebu yang tidak terkendali akibat kondisi cuaca.



    "Diduga kebakaran berasal dari pembakaran klaras atau slamper tebu setelah panen. Karena kondisi lahan sangat kering dan disertai angin kencang, api cepat membesar sehingga berpotensi mengancam permukiman warga. Beruntung, berkat kerja sama seluruh unsur, api dapat segera dipadamkan sebelum meluas," ujar Ahmad Munaji mewakili Kalaksa BPBD Kudus.


    Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama saat musim kemarau.


    "Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar pada musim kemarau. Kondisi cuaca yang kering dan angin kencang sangat berisiko memicu kebakaran yang lebih besar dan membahayakan lingkungan maupun permukiman," tambahnya.


    Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam peristiwa tersebut. Penanganan kebakaran melibatkan Damkar Satpol PP Kudus, Damkar BPBD Kudus, Damkar PT Djarum, Satgas BPBD Kudus, GRI Kudus, Destana, relawan, serta masyarakat setempat.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler