• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Kebakaran Lahan Tebu Kembali Terjadi di Kudus, Relawan Ingatkan Tingginya Resiko pada Musim Kemarau

    Any Firgiyanti
    7/14/26, 12:22 WIB Last Updated 2026-07-14T05:22:46Z




    Liputankudus.id.Kudus, 14 Juli 2026 — Kebakaran lahan tebu kembali terjadi di Kabupaten Kudus di tengah musim kemarau. Kali ini, api membakar lahan tebu di Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Selasa (14/7) pagi, dan sempat mengancam permukiman warga sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.


    Informasi yang diterima menyebutkan, laporan kebakaran masuk pada pukul 08.57 WIB. Lokasi kejadian berada di Desa Honggosoco RT 4 RW 2, Kecamatan Jekulo. Objek yang terbakar meliputi lahan tebu yang telah dipanen seluas sekitar 100 x 50 meter serta lahan tebu siap panen seluas kurang lebih 50 x 80 meter.


    Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat sekitar pukul 07.30 WIB dari sisi tenggara lahan saat para pekerja sedang melakukan penebangan tebu. Kobaran api dengan cepat membesar akibat kondisi lahan yang kering dan tiupan angin cukup kencang.


    Para pekerja bersama warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya, sekaligus memindahkan truk pengangkut tebu agar tidak ikut terbakar. Namun api terus meluas hingga mendekati kawasan permukiman warga di RT 9 RW 4 Desa Honggosoco, sehingga bantuan pemadam kebakaran segera diminta.


    Sebanyak satu unit mobil pemadam dari Damkar Satpol PP Kabupaten Kudus dan satu unit tangki BPBD Kabupaten Kudus tiba di lokasi sekitar pukul 09.20 WIB. Setelah melakukan penyemprotan secara intensif, api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 10.00 WIB dan dinyatakan padam total sekitar pukul 10.10 WIB.



    Selain petugas Damkar Satpol PP dan BPBD Kabupaten Kudus, proses pemadaman juga melibatkan Satgas BPBD, GRI Kudus, Destana, para relawan, dan masyarakat sekitar.


    Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, api berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Api kemudian menyambar tumpukan klaras atau daun tebu kering sisa panen sebelum merambat ke tanaman tebu yang siap dipanen.


    Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun pemilik lahan diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp6 juta akibat sebagian tanaman tebu siap panen terbakar.


    Relawan pemadam yang turut melakukan penanganan di lapangan, Hari Kridanto, mengatakan kondisi lahan tebu saat musim kemarau sangat mudah terbakar sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra dari masyarakat.


    "Musim kemarau membuat daun-daun tebu kering menjadi sangat mudah terbakar. Api kecil saja bisa cepat membesar, apalagi jika disertai angin. Masyarakat kami harapkan tidak melakukan pembakaran sampah atau membuang puntung rokok sembarangan di sekitar lahan tebu karena risikonya sangat besar," ujar Hari Kridanto.


    Senada dengan itu, relawan lainnya, Mohamad Ihsan Yusuf, mengingatkan bahwa kecepatan pelaporan masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.


    "Saat menerima laporan kami langsung bergerak bersama unsur pemadam dan relawan lainnya. Respons cepat sangat menentukan agar api tidak menjalar ke lahan yang lebih luas maupun ke permukiman warga. Karena itu kami mengimbau masyarakat segera melapor apabila melihat titik api sekecil apa pun," kata Mohamad Ihsan Yusuf.


    Peristiwa ini menambah daftar kebakaran lahan tebu yang terjadi selama musim kemarau tahun ini. Dan memasuki puncak kemarau, hamparan daun tebu kering menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar sehingga diperlukan peningkatan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas pembakaran terbuka di sekitar area perkebunan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler