-->
  • Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Diduga Berawal dari Tumpukan Sampah Terbakar, Warung Degan di Jalur Pantura Kudus–Pati Hangus Dilalap Api

    Any Firgiyanti
    7/02/26, 12:13 WIB Last Updated 2026-07-02T05:13:54Z




    Liputankudus.id. KUDUS – Sebuah warung kelapa muda (degan) yang berada di tepi Jalan Pantura Kudus–Pati KM 10, tepatnya di Desa Pladen RT 03 RW 03, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, hangus dilalap api pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 07.40 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, pemilik warung mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp1,5 juta.


    Warung tersebut diketahui milik Sukidjah (61), warga Dukuh Krajan, Desa Pladen RT 01 RW 03, Kecamatan Jekulo. Saat kejadian berlangsung, kobaran api dengan cepat melahap bangunan warung yang sebagian besar menggunakan material anyaman bambu dan rangka kayu, sehingga api mudah membesar dalam waktu singkat.


    Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga bermula dari tumpukan sampah yang berada di samping warung. Api yang muncul dari lokasi tersebut kemudian merembet ke bangunan warung hingga menghanguskan hampir seluruh bagian bangunan.


    Asap hitam yang membumbung tinggi pertama kali diketahui oleh seorang petugas keamanan PT Djarum yang bertugas tidak jauh dari lokasi kejadian. Menyadari adanya kebakaran, saksi segera menghubungi petugas piket Polsek Jekulo agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.



    Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung menuju lokasi bersama satu unit mobil pemadam kebakaran dari PT Pura Group. Berkat respons cepat petugas pemadam, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi yang berada di kawasan padat aktivitas di jalur Pantura Kudus–Pati.


    Kanit Lantas Polsek Jekulo, Iptu Harto, mengatakan hasil pemeriksaan awal di lokasi menunjukkan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh api yang berasal dari tumpukan sampah di samping warung.


    "Dugaan sementara, api berasal dari tumpukan sampah yang terbakar di samping warung. Karena bangunan warung terbuat dari anyaman bambu dan kayu, api dengan cepat merembet dan menghanguskan bangunan," ujar Iptu Harto.


    Menurutnya, konstruksi bangunan yang didominasi material mudah terbakar menjadi salah satu faktor yang menyebabkan api cepat membesar. Beruntung, laporan dari warga dan saksi di sekitar lokasi segera ditindaklanjuti sehingga proses pemadaman dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat.


    "Begitu menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dari PT Pura Group. Api berhasil dipadamkan sehingga tidak sampai merembet ke bangunan lain. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian material diperkirakan sekitar Rp1,5 juta," jelasnya.


    Usai api berhasil dipadamkan, petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan penyebab kebakaran. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan. Dugaan awal mengarah pada api yang berasal dari pembakaran atau tumpukan sampah di samping bangunan yang kemudian menyambar material warung.


    Iptu Harto mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membakar maupun mengelola sampah, terutama di sekitar bangunan yang menggunakan material mudah terbakar. Menurutnya, kelalaian kecil dapat memicu kebakaran yang berakibat pada kerugian materiil maupun membahayakan keselamatan warga.


    "Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Kewaspadaan sangat diperlukan, apalagi bangunan semi permanen seperti warung bambu sangat mudah terbakar," katanya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler