Liputankudus.id. KUDUS – Di balik kesejukan Wana Wisata Montel di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, tersimpan cerita yang masih dipercaya sebagian masyarakat hingga kini. Selain menawarkan panorama alam dan kolam alami, aliran air di kawasan tersebut diyakini memiliki khasiat untuk pengobatan sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dari berbagai daerah.
Pengelola Wana Wisata Montel, Sunarko, mengatakan kepercayaan tersebut telah berkembang sejak lama dan masih melekat di tengah masyarakat. Menurut cerita turun-temurun, aliran air di lokasi itu memiliki kaitan dengan keluarga Sunan Muria sehingga dianggap memiliki nilai historis sekaligus spiritual.
"Banyak juga yang datang bukan sekadar berwisata. Ada yang mengambil air untuk pengobatan. Bahkan beberapa bulan sebelum Ramadan ada warga dari Pati yang datang dalam kondisi sakit stroke dan harus dipapah. Setelah mandi di sini, menurut keluarganya kondisinya berangsur membaik," ujarnya.
Selain itu, pada waktu-waktu tertentu seperti bulan Suro, kawasan tersebut juga kerap didatangi sejumlah orang yang menjalankan tradisi maupun ritual sesuai kepercayaan masing-masing. Meski demikian, pengelola menegaskan aktivitas wisata tetap menjadi fungsi utama kawasan tersebut.
"Maka kami menghimbau untuk seluruh pengunjung agar tetap menjaga ketertiban selama berada di lokasi," katanya.
Di luar cerita kepercayaan yang berkembang, Wana Wisata Montel juga mengalami peningkatan jumlah wisatawan selama masa libur sekolah. Jika pada hari biasa rata-rata hanya dikunjungi sekitar 70 hingga 80 orang per hari, saat musim liburan jumlahnya meningkat hingga sekitar 200 pengunjung setiap hari.
"Mayoritas wisatawan berasal dari wilayah eks-Karesidenan Pati seperti Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Grobogan, dan Demak. Tidak sedikit pula wisatawan dari luar daerah seperti Blora, Tuban, hingga Cirebon yang singgah setelah berziarah ke Makam Sunan Muria," tandasnya.
Di sisi lain, pengelola mulai menghadapi tantangan berkurangnya debit air akibat musim kemarau. Memasuki Juli hingga September, volume air mengalami penyusutan karena curah hujan menurun dan sebagian sumber air dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
"Tentu kondisi serupa pernah terjadi pada 2023 ketika kemarau panjang membuat aliran air sempat mengering," tukasnya.
Untuk menikmati kawasan wisata ini, pengunjung dikenakan tiket masuk Rp 10 ribu per orang. Lokasi dibuka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB, sedangkan seluruh pengunjung diminta meninggalkan area paling lambat pukul 16.30 WIB karena kondisi lembah mulai gelap sehingga berisiko bagi keselamatan.
Sementara itu, Salah seorang wisatawan asal Kudus, Eva, mengaku sudah dua kali berkunjung ke Montel. Ia memilih menghabiskan libur sekolah di lokasi tersebut karena suasananya sejuk, asri, dan tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya.
"Kalau untuk biaya masuk masih terjangkau dan membuat wisata alam tersebut layak menjadi pilihan rekreasi keluarga," pungkasnya.


