• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    906 Atlet dari 29 Provinsi Ramaikan Kejurnas Panahan Junior 2026 di Kudus

    Noer
    7/27/26, 09:21 WIB Last Updated 2026-07-27T02:21:32Z

     

    Kejuaraan hasil kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) itu menjadi ajang bagi para atlet muda untuk menguji kemampuan sekaligus memperebutkan gelar juara nasional.


    KUDUS, liputankudus.id – Sebanyak 906 atlet panahan junior dari 29 provinsi ambil bagian dalam MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior 2026 yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 22–29 Juli 2026. Jumlah peserta tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang diikuti 876 atlet, menandai tingginya antusiasme sekaligus perkembangan pembinaan panahan usia muda di Indonesia.


    Kejuaraan hasil kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) itu menjadi ajang bagi para atlet muda untuk menguji kemampuan sekaligus memperebutkan gelar juara nasional.


    Ketua Panitia Penyelenggara MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026, Vera Eka Wardani, mengatakan peningkatan jumlah peserta menunjukkan regenerasi atlet panahan nasional berjalan ke arah yang positif.


    Selain jumlah peserta yang bertambah, kualitas persaingan pada kejuaraan tahun ini juga semakin kompetitif. Kondisi tersebut diharapkan menjadikan Kejurnas Junior sebagai salah satu tolok ukur pembinaan panahan nasional.


    "Didukung venue berstandar internasional, para atlet junior dapat merasakan atmosfer kompetisi kelas dunia sejak dini. Harapannya, kejuaraan ini mampu melahirkan atlet-atlet panahan Indonesia yang siap bersaing di level internasional," kata Vera.



    Penyelenggaraan Kejurnas Junior merupakan kelanjutan dari program pembinaan panahan yang telah dirintis Bakti Olahraga Djarum Foundation. Sebelumnya, bersama Perpani Kudus, rutin digelar MilkLife Archery Challenge yang diperuntukkan bagi pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di Jawa Tengah dan sekitarnya.


    "Pembinaan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat pelajar hingga Kejurnas Junior agar lahir bibit-bibit atlet berkualitas yang mampu mengembalikan prestasi panahan Indonesia di level dunia," ujarnya.


    Pada Kejurnas Junior 2026 dipertandingkan tiga divisi, yakni Nasional, Recurve, dan Compound. Divisi Nasional mempertandingkan kelompok umur U-10, U-13, U-15, dan U-18, sedangkan Recurve serta Compound diikuti kelompok umur U-13, U-15, dan U-18.


    Seluruh peserta lebih dahulu menjalani babak kualifikasi untuk menentukan unggulan sebelum memasuki fase eliminasi hingga partai final. Divisi Nasional dan Recurve menggunakan sistem set point, sementara divisi Compound ditentukan berdasarkan akumulasi skor.



    Salah satu kontingen yang mencuri perhatian datang dari Kepulauan Riau. Sebanyak 55 atlet diterjunkan pada berbagai kelompok umur dan divisi. Pelatih kontingen Kepri, Budi Darmawan Tanjung, mengaku puas dengan pencapaian timnya yang mampu membawa pulang lebih banyak medali dibandingkan tahun sebelumnya.


    Penyelenggaraan Kejurnas di Kudus memberikan pengalaman berharga bagi para atlet karena didukung fasilitas pertandingan yang lengkap serta karakter angin yang menantang.


    "Ini salah satu venue terbaik untuk kejuaraan panahan nasional. Atlet mendapatkan pengalaman bertanding yang sangat baik sekaligus mengukur kemampuan menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah," ujarnya.


    Prestasi individu juga ditorehkan atlet Kalimantan Timur, Khairunnisa. Pemanah berusia 14 tahun itu tampil dominan di divisi Compound U-15 putri dengan meraih tiga medali emas dan satu medali perunggu.


    Pada final nomor individu, Khairunnisa mengalahkan Rania Shafiyyah Hannha dari Bengkulu dengan skor 140-134.


    Khairunnisa mengaku keberhasilannya tidak lepas dari latihan yang konsisten serta dukungan orang tua yang tetap mendorongnya mengikuti Kejurnas meski sempat terkendala biaya.


    "Selain teknik, panahan juga membutuhkan mental yang kuat. Saat angin cukup berat, saya harus tetap tenang dan fokus," katanya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler