KUDUS, liputankudus.id – Sebanyak 254 rumah tidak layak
huni (RTLH) di Kabupaten Kudus telah direhabilitasi melalui Program Bantuan
Keuangan kepada Pemerintah Desa Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni
(Bankeupemdes PK RTLH) Tahun Anggaran 2025. Program yang didanai APBD Provinsi
Jawa Tengah itu menjadi salah satu upaya mempercepat pengentasan kemiskinan
melalui penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.
Peresmian hasil program dilakukan secara simbolis oleh
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di
Balai Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Senin (29/6). Keduanya kemudian
meninjau rumah milik Hadi Mulyono, salah satu penerima bantuan yang telah
selesai direnovasi.
Program Bankeupemdes PK RTLH merupakan kolaborasi antara
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Kudus, pemerintah desa,
serta sejumlah pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu
meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat sekaligus menekan angka
kemiskinan.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan rumah layak
huni merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar masyarakat dapat hidup
lebih sehat, aman, dan produktif. Karena itu, ia berharap bantuan yang telah
diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.
"Rumah yang layak huni menjadi salah satu kebutuhan
dasar masyarakat. Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dan
dirawat dengan baik agar keluarga dapat tinggal dengan aman, sehat, dan nyaman.
Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah desa, serta
seluruh pihak yang telah bergotong royong mendukung pengentasan kemiskinan di
Kabupaten Kudus. Semoga ikhtiar bersama ini mampu menurunkan angka kemiskinan
dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Sam'ani.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi
menegaskan bahwa penanganan rumah tidak layak huni tidak bisa dibebankan kepada
pemerintah semata. Menurutnya, percepatan pengentasan kemiskinan hanya dapat diwujudkan
melalui kolaborasi lintas sektor.
"RTLH ini dikerjakan bersama-sama, tidak hanya oleh
Pemerintah Provinsi. Pemerintah kabupaten ikut bergerak, CSR ikut bergerak,
Baznas ikut bergerak, Bank Jateng ikut bergerak, dan berbagai pihak lainnya.
Kemiskinan harus kita keroyok bersama melalui sinergi seperti ini agar hasilnya
benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.
Hadi Mulyono, warga Desa Gondangmanis yang menjadi salah
satu penerima bantuan, mengaku bersyukur rumahnya kini jauh lebih layak
ditempati.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada
Pak Gubernur dan Pak Bupati yang telah membantu. Sekarang rumah kami menjadi
lebih nyaman, lebih aman, dan keluarga merasa lebih tenang untuk
menempatinya," katanya.
Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan akan terus
memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah desa, dunia usaha,
dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar program peningkatan kualitas
rumah layak huni dapat terus berlanjut sebagai bagian dari strategi menekan
angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



