-->
  • Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    254 Rumah Tak Layak Huni di Kudus Rampung Direhab Gubernur Tekankan Kemiskinan Harus Dikeroyok Bersama

    Noer
    6/30/26, 10:27 WIB Last Updated 2026-06-30T03:27:21Z

     


    KUDUS, liputankudus.id – Sebanyak 254 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Kudus telah direhabilitasi melalui Program Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (Bankeupemdes PK RTLH) Tahun Anggaran 2025. Program yang didanai APBD Provinsi Jawa Tengah itu menjadi salah satu upaya mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.

     

    Peresmian hasil program dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di Balai Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Senin (29/6). Keduanya kemudian meninjau rumah milik Hadi Mulyono, salah satu penerima bantuan yang telah selesai direnovasi.

     

    Program Bankeupemdes PK RTLH merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Kudus, pemerintah desa, serta sejumlah pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.

     

    Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar masyarakat dapat hidup lebih sehat, aman, dan produktif. Karena itu, ia berharap bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.

     

    "Rumah yang layak huni menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar keluarga dapat tinggal dengan aman, sehat, dan nyaman. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang telah bergotong royong mendukung pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kudus. Semoga ikhtiar bersama ini mampu menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Sam'ani.

     



    Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan rumah tidak layak huni tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, percepatan pengentasan kemiskinan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor.

     

    "RTLH ini dikerjakan bersama-sama, tidak hanya oleh Pemerintah Provinsi. Pemerintah kabupaten ikut bergerak, CSR ikut bergerak, Baznas ikut bergerak, Bank Jateng ikut bergerak, dan berbagai pihak lainnya. Kemiskinan harus kita keroyok bersama melalui sinergi seperti ini agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.

     

    Hadi Mulyono, warga Desa Gondangmanis yang menjadi salah satu penerima bantuan, mengaku bersyukur rumahnya kini jauh lebih layak ditempati.

     

    "Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur dan Pak Bupati yang telah membantu. Sekarang rumah kami menjadi lebih nyaman, lebih aman, dan keluarga merasa lebih tenang untuk menempatinya," katanya.

     

    Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah desa, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar program peningkatan kualitas rumah layak huni dapat terus berlanjut sebagai bagian dari strategi menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler