• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Cara Kreatif Lestari Moerdijat Tanamkan Nilai Empat Pilar Lewat Film

    LIPUTAN KUDUS 2
    5/01/26, 16:06 WIB Last Updated 2026-05-01T09:07:49Z




    Liputankudus.id. Kudus — Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menghadirkan pendekatan berbeda dalam menyosialisasikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Kali ini, metode yang digunakan bukan sekadar ceramah, melainkan melalui pemutaran film yang dinilai lebih efektif dan mudah diterima.

    ‎Menurut Lestari, film memiliki kekuatan dalam menyampaikan pesan secara emosional dan kontekstual. Ia menilai, nilai-nilai seperti menjaga lingkungan, tanggung jawab sosial, hingga komitmen terhadap bangsa dapat tersampaikan lebih kuat melalui visualisasi cerita. 

    ‎“Pesan dalam film ini sangat relevan dengan nilai-nilai Empat Pilar, seperti menjaga alam, menjaga komitmen, dan menjaga bangsa,” ujarnya saat kegiatan di Kudus.

    ‎Ia menjelaskan, metode sosialisasi yang dilakukan selama ini memang beragam, mulai dari dialog interaktif hingga kegiatan berbasis komunitas. Namun, pendekatan melalui film dinilai lebih menarik, terutama bagi kalangan muda yang cenderung lebih mudah memahami pesan melalui media visual dibandingkan metode konvensional.

    ‎Selain menyampaikan nilai kebangsaan, film yang diputar juga mengangkat pesan inklusivitas. Salah satu tokohnya merupakan penyandang disabilitas yang terlibat langsung dalam proses produksi. Hal ini, menurut Lestari, menjadi bukti bahwa ruang partisipasi harus terbuka bagi semua kalangan tanpa terkecuali.

    ‎Dalam kesempatan tersebut, Lestari juga menyinggung pentingnya edukasi masyarakat terkait pelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Muria. Ia menilai, pemahaman tentang bentang alam masih perlu ditingkatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

    ‎“Edukasi ini penting agar masyarakat memahami kondisi wilayahnya. Jangan sampai aktivitas ekonomi justru berdampak destruktif bagi lingkungan,” tegasnya.

    ‎Ia mencontohkan sejumlah wilayah yang mengalami bencana berulang akibat ketidaksesuaian pemanfaatan lahan. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang seimbang antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

    ‎Sebagai ilustrasi, ia mengisahkan pengalaman di Bojonegoro, di mana lahan yang sering terdampak banjir tidak lagi ditanami padi, melainkan tanaman alternatif yang lebih tahan terhadap kondisi tersebut. Pendekatan ini dinilai mampu mengurangi risiko kerugian sekaligus tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

    ‎Lestari menekankan bahwa solusi terbaik adalah mencari jalan tengah melalui edukasi dan pendampingan. Masyarakat tetap dapat memanfaatkan sumber daya alam, namun dengan cara yang lebih bijak dan berkelanjutan.

    ‎"Semoga pendekatan kreatif seperti pemutaran film dapat terus dikembangkan sebagai sarana edukasi yang efektif, sekaligus mendorong kesadaran kolektif dalam menjaga nilai kebangsaan dan kelestarian lingkungan, " pungkasnya. 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler