• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Bawaslu Kudus Ajak Pelajar MA NU Muallimat Jadi Pengawas Demokrasi yang Kritis

    LIPUTAN KUDUS 2
    5/12/26, 16:34 WIB Last Updated 2026-05-12T09:35:03Z



    Liputankudus.id. Kudus — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kudus terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui program Bawaslu Goes To School. Kali ini, sosialisasi pengawasan partisipatif digelar di MA NU Muallimat Kudus, Selasa (12/5/2026), dengan melibatkan siswa kelas XI dan XII sebagai calon pemilih pemula pada Pemilu mendatang.


    Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan kerja sama Bawaslu Kudus dengan Kementerian Agama Kabupaten Kudus dalam memberikan edukasi demokrasi di lingkungan madrasah. Sebelumnya, program serupa telah digelar di MAN 2 Kudus.


    Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif itu, para siswa mendapat pemahaman mengenai kepemiluan, pengawasan partisipatif, hingga pentingnya menjaga demokrasi yang jujur dan adil. Bawaslu juga mendorong lahirnya pengawas partisipatif dari kalangan pelajar.


    Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Kudus, Septyandra Trisnasari, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam mengawal jalannya demokrasi.

    “Bawaslu hadir untuk memastikan seluruh tahapan Pemilu berjalan jujur, adil, dan transparan. Karena itu kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran masyarakat, khususnya generasi muda, sangat penting dalam mengawal demokrasi,” ujarnya.


    Septyandra menjelaskan, keberadaan Bawaslu lahir dari semangat reformasi untuk menghadirkan penyelenggaraan Pemilu yang independen dan bebas intervensi kekuasaan. Ia juga mengajak para pelajar menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


    Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki posisi strategis karena dekat dengan dunia digital dan mampu menyebarkan edukasi demokrasi secara luas.



    Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kudus, Naily Faila Saufa, menyoroti tantangan besar yang dihadapi pemilih pemula di era media sosial. Ia mengingatkan pelajar agar tidak mudah terpengaruh hoaks, disinformasi, maupun politik uang.


    “Jadilah pemilih yang cerdas, tahu rekam jejak calon, tidak mudah FOMO, serta berani menolak politik uang. Suara kalian bukan hanya pelengkap, tetapi penentu arah kebijakan bangsa ke depan,” tegasnya.

    Naily menambahkan, pemilih muda perlu memastikan dirinya terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), memahami visi-misi kandidat, memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, dan menggunakan hak pilih sesuai hati nurani.


    Ia menegaskan, generasi muda harus memiliki sikap kritis terhadap janji politik, rasional dalam menentukan pilihan, serta mandiri tanpa tekanan maupun pengaruh politik uang.

    “Golput bukan solusi. Anak muda harus ikut menentukan masa depan bangsa melalui partisipasi aktif dan keputusan yang berbasis data,” katanya.


    Pada sesi lain, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi Bawaslu Kudus, Heru Widiawan, mengajak siswa memahami berbagai bentuk pelanggaran Pemilu melalui pendekatan ringan dan interaktif.


    Kepala MA NU Muallimat Kudus, Noor Uswaty, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi itu mampu menambah wawasan siswa tentang demokrasi sekaligus membentuk karakter pelajar yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab.


    Melalui program Bawaslu Goes To School, Bawaslu Kudus berharap kesadaran pengawasan partisipatif semakin tumbuh di kalangan generasi muda, sehingga demokrasi yang sehat dapat terjaga melalui keterlibatan aktif masyarakat.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler